RM.id Rakyat Merdeka - Rencana Indonesia mengirim sekitar 8.000 personel ke Jalur Gaza, Palestina, sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF), mendapat tanggapan positif dari Iran.
ISF merupakan pasukan yang dibentuk di bawah mandat Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang membawahi misi tersebut. Badan itu merupakan bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang diresmikan dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada 22 Januari lalu.
Indonesia menjadi salah satu negara yang akan berkontribusi dalam ISF bersama Uni Emirat Arab, Italia, Azerbaijan, Pakistan, Qatar, Turki dan sejumlah negara lain.
Baca juga : Shenina Cinnamon, Umumkan Kehamilan Pada 1st Anniversary
Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mendukung langkah Indonesia tersebut. Indonesia memiliki komitmen kuat membantu perjuangan rakyat Palestina, khususnya di Gaza.
“Ini keputusan Indonesia untuk membantu negara sahabat. Iran pasti mendukung Indonesia,” ujar Dubes Boroujerdi di sela peringatan ke-47 Hari Revolusi Islam Iran di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Meski Iran bukan anggota BoP, Dubes Boroujerdi menegaskan, negaranya konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan mendorong penerapan solusi dua negara.
Baca juga : Mensesneg Pastikan Tidak Ada Reshuffle
“Sama seperti Indonesia, Iran akan terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan memastikan solusi dua negara dipatuhi,” katanya.
Meski demikian, Dubes Boroujerdi secara terbuka mempertanyakan kelayakan AS memimpin BoP. Menurut dia, rekam jejak Washington yang selalu berpihak kepada Israel membuat badan tersebut diragukan mampu mewujudkan kemerdekaan Palestina.
“Kita tahu mereka selalu berpihak ke Israel. BoP tidak akan berhasil mewujudkan kemerdekaan Palestina,” ujarnya.
Baca juga : Presiden: Industri Harus Beri Manfaat Nyata bagi Rakyat
Dia menambahkan, setiap inisiatif perdamaian semestinya dipelopori negara-negara yang netral atau organisasi internasional yang independen. Dengan situasi di lapangan yang masih diwarnai kekerasan, meski telah ada kesepakatan gencatan senjata, Dubes Boroujerdi menilai komitmen Israel terhadap perjanjian damai patut dipertanyakan.
“Sulit mempercayai rezim pendudukan ini akan menerima solusi dua negara atau perdamaian yang berkelanjutan,” tandasnya.
Dalam pemberitaan Rakyat Merdeka, Rabu (11/2/2026), Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak menyatakan TNI AD mulai menyiapkan personel, terutama dengan kemampuan zeni dan kesehatan untuk mendukung misi kemanusiaan dan rekonstruksi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.