BREAKING NEWS
 

Minta Maaf Rudalnya Sampai Ke Negara Tetangga

Presiden Iran: Kami Cuma Serang Fasilitas Milik AS

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 9 Maret 2026 06:10 WIB
Petugas medis Iran bergegas mengevakuasi korban rudal AS dan Israel yang menghantam kawasan Teheran pada 5 Maret 2026. Foto: Majid Khahi/isna/Wana via Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Iran Masoud Pezeshkian berjanji tidak akan membiarkan rudal pasukannya menyasar negara-negara Teluk. Dia juga meminta maaf kepada seluruh negara tetangga yang sempat dihujani rudal Iran sejak awal Maret ini. Dia beralasan, pasukannya hanya menyasar fasilitas militer milik Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Al Jazeera, Minggu (8/3/2026), Teheran berkomitmen menghentikan serangan. Dengan syarat, wilayah negara-negara tersebut tidak digunakan sebagai pangkalan serangan terhadap Iran.

“Jika ada serangan dari sana (negara Teluk), kami akan kirimkan balasan,” pesan Pezeshkian dalam video yang disiarkan televisi nasional, Sabtu (7/3/2026).

Baca juga : Yuki Kato, Asbun Jawab Pertanyaan Kapan Nikah

Menurutnya, dewan kepemimpinan sementara Iran telah menyetujui penangguhan serangan, selama kedaulatan Iran dihormati.

Pezeshkian mengatakan, Teheran kini lebih mengedepankan jalur diplomasi dibandingkan konfrontasi regional. Meski begitu, fakta di lapangan menunjukkan ketegangan belum mereda.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan sebuah rudal balistik yang menyasar Pangkalan Udara Pangeran Sultan jatuh di area tak berpenghuni. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Baca juga : Perang Teluk Makin Panas, Rudal Iran Bombarbir Langit Tel Aviv

Sementara, pihak berwenang di Uni Emirat Arab (UEA) mengonfirmasi puing hasil pencegatan menyebabkan kerusakan minor pada fasad sebuah menara di kawasan Dubai Marina.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain juga melaporkan, serangan yang memicu kebakaran di Manama merusak satu unit rumah dan bangunan sekitarnya pada Sabtu (7/3/2026).

Raja Bahrain Hamad bin Isa Al-Khalifa menyatakan, pihaknya tetap berkomitmen pada jalan perdamaian.

Adsense

Baca juga : Percepat Pemulihan Sumatera, Pemerintah Suntik Dana Lagi 10,6 T

“Rakyat Bahrain adalah orang-orang yang cinta damai dan percaya pada toleransi dan hidup berdampingan,” ujarnya, dikutip dari Bahrain News Agency, Minggu (8/3/2026).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense