BREAKING NEWS
 

Perang Dengan Iran, AS Tekor 190 T

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 14 Maret 2026 07:50 WIB
Ilustrasi, Kapal perang Amerika Serikat. (Foto: Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Biaya perang Amerika Serikat (AS) menggempur Iran mencapai angka fantastis. Dalam enam hari pertama agresi militernya, Negeri Paman Sam dilaporkan telah mengeluarkan lebih dari 11,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 190 triliun. 

Dalam sebuah pertemuan di Capitol Hill pada Selasa (10/3/2026), para pejabat Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon mengungkapkan kepada anggota parlemen bahwa estimasi biaya perang melawan Iran saat ini telah mencapai 11,3 miliar dolar AS pada pekan pertama. 

Angka tersebut belum mencakup biaya operasional lain, seperti penambahan peralatan dan personel militer menjelang serangan pertama pada 28 Februari lalu. Artinya, pengeluaran AS untuk konflik militer di Timur Tengah diperkirakan akan jauh lebih besar, mengingat perang masih terus berlangsung hingga saat ini. 

Angka yang diungkap Pentagon di hadapan parlemen ini jauh lebih besar dibandingkan laporan sejumlah media AS sebelumnya. Media-media tersebut memperkirakan Washington mengeluarkan sekitar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16,8 triliun per hari untuk menggempur Iran.

Baca juga : Gelar Rapat Kabinet, Prabowo Matangkan Pelayanan Mudik

Lembaga kajian Center for Strategic & International Studies (CSIS) menyebutkan bahwa pengeluaran terbesar berasal dari penggunaan amunisi militer. AS diketahui menggunakan rudal Tomahawk yang harganya berkisar 2 juta dolar AS hingga 3 juta dolar AS atau sekitar Rp 33 miliar hingga Rp 50 miliar per unit. Selain itu, AS juga menggunakan drone kamikaze yang untuk 100 unitnya bernilai sekitar 3,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 59 miliar. 

Mengutip laporan The New York Times, pada gelombang pertama serangan AS juga menggunakan bom luncur AGM-154 dengan harga antara 578.000 hingga 836.000 dolar AS atau sekitar Rp 9 miliar hingga Rp 14 miliar. 

Sejumlah anggota Kongres memperkirakan Gedung Putih akan mengajukan tambahan pendanaan perang kepada parlemen. Beberapa pejabat menyebut nilai pengajuan itu bisa mencapai 50 miliar dolar AS atau sekitar Rp 844,8 triliun. 

Pemerintahan AS sendiri disebut mulai terpecah terkait besarnya biaya perang di kawasan Teluk tersebut. Sejumlah anggota Partai Republik, termasuk Senator Mitch McConnell, mendukung Presiden Donald Trump untuk menggelontorkan dana lebih besar. 

Baca juga : Lalu Hadrian Irfani: Kampus Swasta Harus Bersaing Dan Berkualitas

Namun, sebagian anggota Partai Republik lainnya menolak. Mereka khawatir perang yang telah memicu krisis energi global itu akan menjadi tidak terkendali. 

Sementara itu, Partai Demokrat sejak awal menentang perang terhadap Iran. Mereka menilai konflik tersebut hanya akan menghamburkan uang pajak rakyat yang seharusnya digunakan untuk layanan kesehatan. 

Perang Berlanjut 

Serangan dari kedua pihak masih terus berlangsung, meskipun tidak seintens pada pekan-pekan awal perang. AS menggempur Iran melalui pangkalan militer di negara-negara Teluk, sementara Iran juga melakukan serangan balasan. 

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan, AS agar tidak melancarkan serangan dari pangkalan militer di negara-negara Teluk. Ia menegaskan bahwa setiap serangan terhadap Iran yang diluncurkan dari pangkalan militer AS di kawasan tersebut akan dibalas. 

Adsense

Baca juga : Ubaid Matraji: Pembatasan Ini Kebijakan ‘Sakit’

Peringatan itu disampaikan Pezeshkian saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq. Ia menegaskan, Iran tetap menghargai hubungan dengan negaranegara tetangganya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense