BREAKING NEWS
 

Desak UE Bekukan Hubungan Dagang Dengan Tel Aviv

Spanyol Kutuk Serangan Brutal Israel Di Lebanon

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 10 April 2026 06:10 WIB
Petugas pemadam kebakaran dan kepolisian Lebanon mencari korban yang tertimpa puing bangunan yang runtuh akibat serangan Israel ke Beirut, Lebanon, Rabu (8/4/2026). REUTERS/MOHAMED AZAKIR

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez mendesak Uni Eropa (UE) segera menangguhkan Perjanjian Asosiasi 1995 dengan Israel. Desakan itu dilontarkan menyusul gelombang serangan terbaru Israel ke Lebanon.

Lewat akun X, Sanchez menilai, PM Israel Benjamin Netanyahu telah melancarkan serangan paling intens sejak konflik pecah. Menurutnya, aksi tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap nyawa manusia dan hukum internasional yang tidak dapat ditoleransi.

Menurut Sanchez, langkah tegas harus segera diambil, termasuk membekukan perjanjian yang selama ini mengatur hubungan dagang dan kerja sama politik antara Uni Eropa dan Tel Aviv.

Baca juga : Clara Shinta Nyesal, Viralin Video Dugaan Suami Selingkuh

Dia juga menegaskan, Lebanon semestinya masuk dalam cakupan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. “Komunitas internasional harus bersuara dan mengutuk pelanggaran hukum internasional ini,” tegasnya, dikutip Anadolu.

Sanchez mengatakan, tidak boleh ada impunitas atas tindakan yang dinilainya sebagai kejahatan.

Data Pertahanan Sipil Lebanon mencatat, serangan udara Israel pada Rabu (8/4/2026) menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya. Serangan menghantam sejumlah wilayah, mulai dari Beirut, Bekaa Valley, Mount Lebanon, Sidon hingga desa-desa di Lebanon selatan.

Baca juga : Rakyat Iran Happy Rayakan Victory

Situasi darurat membuat Ketua Serikat Dokter Lebanon Elias Chlela meminta seluruh tenaga medis turun tangan membantu korban. Bahkan, salah satu rumah sakit besar di Beirut dilaporkan kekurangan stok darah.

“Kami tidak hanya butuh tenaga medis, tapi juga donor darah,” ujarnya.

Sementara, Netanyahu menegaskan Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata antara AS dengan Iran.

Baca juga : Bahas Ekonomi, Prabowo Kumpulkan Menteri & Bos BUMN

Presiden AS Donald Trump juga menyebut konflik di Lebanon sebagai isu terpisah. Namun, mediator dari Pakistan menyatakan sebaliknya, bahwa kesepakatan tersebut mencakup Lebanon.

Adsense

Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan perang.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense