Dark/Light Mode

Luncurkan Buku Saku “0%”

Kepala Bakom: Presiden Ingin Hapus Kemiskinan

Kamis, 9 April 2026 07:00 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari (kedua kiri) bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo (kedua kanan), Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan Dirgayuza Setiawan (kiri), dan Ketua Umum Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) Trubus Rahadiansah, menjadi pembicara saat peluncuran buku saku 0% di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA/AGR
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari (kedua kiri) bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo (kedua kanan), Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan Dirgayuza Setiawan (kiri), dan Ketua Umum Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) Trubus Rahadiansah, menjadi pembicara saat peluncuran buku saku 0% di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA/AGR

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah resmi meluncurkan buku saku “0%: Manfaat dan Penerima Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026” di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026). Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Angga Raka Prabowo menyebut peluncuran ini mencerminkan semangat Presiden Prabowo Subianto menghapus kemiskinan.

Buku tersebut menjadi panduan program kesejahteraan agar tepat sasaran dan mudah diakses masyarakat.

Acara peluncuran dihadiri Kepala Kantor Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, serta Ketua Umum Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) Trubus Rahadiansah.

Para pejabat yang hadir kompak mengenakan kemeja putih lengan panjang dan topi cokelat bertuliskan “0%”.

Angga Raka menjelaskan, buku setebal 82 halaman tersebut memuat data komprehensif terkait langkah-langkah Presiden menekan angka kemiskinan hingga nol persen. Buku ini juga menjadi wujud semangat Pemerintah menghadirkan negara di setiap fase kehidupan masyarakat.

“Sesuai dengan semangat Bapak Presiden yang ingin mengentaskan atau menghilangkan kemiskinan dari Republik Indonesia. Semangat ini berlandaskan konstitusi,” kata Angga.

Angga mengatakan, buku saku ini menjadi sarana komunikasi Pemerintah untuk menyampaikan informasi program prioritas secara utuh dan mudah dipahami. Di dalamnya dijelaskan dukungan negara terhadap kesejahteraan masyarakat sepanjang hayat. Mulai dari masa kandungan, usia balita, usia sekolah, usia kerja, hingga lanjut usia.

“Ini sebagai panduan bagaimana negara hadir untuk seluruh rakyat sepanjang hayatnya, dari mulai kandungan hingga akhir hayat,” ujarnya.

Baca juga : Saksi Kasus Ijon Proyek Bekasi Diintimidasi, KPK: Rumahnya Diduga Dibakar

Selain itu, buku ini juga diharapkan dapat memastikan setiap kebijakan dan program Pemerintah benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Angga menegaskan, pentingnya akurasi data agar bantuan tepat sasaran, terutama dengan pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Kita berupaya semaksimal mungkin agar penerima manfaat adalah orang-orang yang memang berhak,” ujarnya.

Angga juga membagikan pengalaman pribadinya mengenai dampak langsung dari program Pemerintah. Dia mengaku pernah menemukan keluarga pemulung di sekitar tempat tinggalnya di Bogor yang memiliki dua anak berusia 8 dan 6 tahun yang belum pernah mengenyam pendidikan formal.

Angga memastikan melalui program Sekolah Rakyat, anak-anak tersebut kini memiliki kesempatan untuk mengakses pendidikan dan merasakan bangku sekolah.

Dia juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dirasakan masyarakat di lapisan terbawah.

“Di sekitar rumah saya ada sekolah, ternyata sekolah itu 90 persen anak-anaknya belum tentu makan pagi. Hari ini alhamdulillah mereka bersyukur bahwa program MBG sudah masuk,” ucapnya.

Muhammad Qodari mengatakan, buku saku ini sebagai instrumen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas Pemerintah, sekaligus memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran.

Baca juga : PMI Dilindungi Hingga Tiba Di Negeri Tujuan

Menurutnya, buku tersebut tidak hanya memuat daftar program bantuan, tapi juga menjadi panduan praktis bagi masyarakat untuk memahami hak dan cara mengakses berbagai dukungan pemerintah.

“Peluncuran buku saku ini bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas, sekaligus menyampaikan kebijakan secara ringkas dan mudah dipahami,” kata Qodari.

Dia menjelaskan, seluruh program bantuan dirangkum dalam satu sistem terintegrasi berbasis DTSEN, sehingga meminimalkan kesalahan penyaluran seperti inclusion error dan exclusion error.

Sistem ini juga memungkinkan pembaruan data secara dinamis melalui integrasi digital dan verifikasi berjenjang dari tingkat desa hingga pusat.

Lebih lanjut, Qodari menegaskan, pendekatan Pemerintah kini bersifat holistik dan berkelanjutan, tidak lagi parsial. Negara hadir dalam setiap fase kehidupan masyarakat untuk memastikan kesejahteraan yang berkesinambungan.

“Kesejahteraan bukan bantuan sesaat, melainkan dukungan sepanjang hayat. Negara memastikan rakyat tumbuh sehat, memperoleh pendidikan, bekerja mandiri, hingga sejahtera di masa tua,” ujarnya.

Menurutnya, buku saku ini juga menggambarkan kondisi kesejahteraan masyarakat Indonesia yang menunjukkan tren positif.

Meski sebagian besar masyarakat mulai menuju kelas menengah, masih terdapat kelompok rentan miskin yang perlu mendapat perhatian.

Baca juga : PKB Kaltim Janjikan APBD 2027 Pro Rakyat

Karena itu, Pemerintah tidak hanya fokus menurunkan angka kemiskinan, juga menjaga kelompok rentan agar tidak kembali jatuh, serta mendorong kelas menengah agar terus meningkat.

Sebagai panduan praktis, buku ini memuat berbagai program lintas sektor. Mulai dari bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi yang dirancang secara terintegrasi untuk memutus rantai kemiskinan.

“Buku ini menjawab dua hal mendasar: dukungan apa saja yang diterima masyarakat dan bagaimana cara mengaksesnya. Harapannya, tidak ada lagi warga yang berhak tetapi tidak menerima bantuan,” tegas Qodari.

Adapun Pemerintah menegaskan peluncuran buku saku ‘0%’ ini merupakan bagian dari komitmen agar setiap kebijakan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Dengan pendekatan berbasis data dan integrasi program, Pemerintah optimistis target penghapusan kemiskinan ekstrem dapat tercapai secara bertahap dan berkelanjutan. KPJ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Kamis, 9 April 2026 dengan judul "Luncurkan Buku Saku “0%” Kepala Bakom: Presiden Ingin Hapus Kemiskinan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.