BREAKING NEWS
 

Netanyahu Klaim Hancurkan Program Nuklir Iran: Israel Kini Lebih Kuat

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 12 April 2026 05:59 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Kantor PM Israel)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengklaim negaranya telah berhasil membukukan pencapaian bersejarah, dengan menghancurkan program nuklir Iran. Dia juga menyebut Israel saat ini berada dalam posisi yang lebih kuat.

“Warga Israel yang terkasih, saudara-saudaraku, kampanye ini belum berakhir, tetapi bahkan sekarang sudah dapat dikatakan dengan jelas, kita telah mencapai pencapaian bersejarah," kata Netanyahu dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan Kantor Perdana Menteri Israel, Minggu (12/4/2026).

Netanyahu kemudian meminta warganya untuk mengingat posisi yang pernah dilalui Israel. "Iran mencoba mencekik kita dalam jeratan: Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, rezim Assad di Suriah, milisi di Irak, Houthi di Yaman, Iran sendiri. Artinya, mereka ingin mencekik kita, dan sekarang kita yang mencekik mereka. Mereka mengancam akan menghancurkan kita, dan sekarang mereka berjuang untuk bertahan hidup. Kita telah memukul mereka," papar politisi berusia 76 tahun itu. 

Netanyahu menuturkan, saat ini Israel masih memiliki banyak PR yang akan dimulai dari hal-hal terkait Iran, yang diibaratkannya sebagai kepala gurita. 

Netanyahu mengaku telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk mencegah Iran yang disebutnya sebagai rezim teror, tidak memperoleh senjata nuklir. Karena Netanyahu meyakini, senjata itu akan digunakan Iran untuk memusnahkan negara Yahudi dan mengakhiri sejarah bangsa Yahudi.

Baca juga : Eddy Soeparno Ajak Kampus Dukung Program Prabowo Percepat Transisi Energi

"Saya telah berbicara tentang ini di Kongres, di PBB, dan di berbagai parlemen. Saya mengesahkan berbagai operasi, sebagian besar bersifat rahasia, untuk menunda mereka, dan memang kita berhasil menundanya, tetapi dunia tidak mendengarkan," beber Netanyahu.

"Banyak yang berkata: ‘Tidak seburuk itu’, ‘Tidak masalah jika Iran memiliki senjata nuklir.’ Saya mendengar suara-suara ini bukan hanya dari luar, tetapi juga dari dalam. Dan saya, sebagai Perdana Menteri Israel, kepala satu-satunya negara Yahudi, tidak bisa menerima itu," lanjutnya.

Operasi Rising Lion 

Netanyahu mengatakan, perubahan besar terjadi pada malam Operasi Rising Lion, ketika dia mengumumkan pilot-pilot Israel terbang di langit Iran dan menyerang target di negara tersebut.

"Kita adalah yang pertama memecahkan penghalang ketakutan untuk bertindak di dalam wilayah Iran. Saya ingat perasaan saya, betapa bersemangatnya, betapa bangganya. Merinding. Saya tahu, kalian juga merasakannya," ujar Netanyahu.

"Kita bertindak lebih dulu karena kita tahu apa yang dipertaruhkan. Jika saya mengatakan setahun lalu bahwa pilot kita akan terbang di Iran, siapa yang akan percaya? Jika saya mengatakan bahwa Amerika Serikat, kekuatan terbesar di dunia, akan bertempur bersama kita selama hampir 40 hari melawan musuh yang sama, siapa yang akan percaya? Tetapi semua ini terjadi karena kita yang memulai, kita bertindak, kita menyerang," imbuhnya.

Baca juga : Acha Septriasa Kritik Program MBG, Warganet: Justru Membantu Anak di Desa

Netanyahu lalu mengungkap alasan memulai kampanye tersebut. Menurutnya, hal itu dilakukan Israel Karena Iran hampir mencapai senjata nuklir dan kemampuan memproduksi ribuan rudal. Bukan hanya beberapa rudal per hari, tetapi ratusan setiap har. Kata Netanyahu, dua ancaman eksistensial itu harus kita hilangkan.

"Jika kita tidak meluncurkan Operasi Rising Lion dan kemudian Operasi Roaring Lion, Iran mungkin sudah memiliki bom atom. Dan kita mencegahnya. Saya menerima laporan intelijen yang sangat akurat bahwa Iran mulai mengubah uranium yang diperkaya menjadi senjata nuklir. Saat itu juga kita bertindak," papar Netanyahu. 

Di luar itu, Netanyahu menyebut Israel telah menghabisi 12 ilmuwan nuklir senior Iran, dan menyerang fasilitas nuklir negara tersebut, bersama mitra Amerika. Termasuk, serangan ke Fordow dengan pesawat B-2. Netanyahu juga mengklaim Iran telah menghancurkan stok rudal dan ratusan peluncur.

Beberapa bulan kemudian, imbuhnya, intelijen kembali menunjukkan bahwa Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei memerintahkan melanjutkan dan memperluas program nuklir dan rudal, bahkan menyembunyikannya jauh di bawah tanah.

Adsense

Israel pun kembali bertindak. Kali ini, Israel menyingkirkan delapan ilmuwan, menghancurkan fasilitas air berat di Arak, menghancurkan sentrifugal, dan fasilitas produksi uranium. Sehingga, menurut Netanyahu, Iran tak lagi memiliki fasilitas pengayaan aktif.

Baca juga : Trump Klaim Iran Sudah Hancur, Serukan Negara-Negara Amankan Selat Hormuz

"Kita menghancurkan program nuklir mereka, menghancurkan program rudal mereka, dan juga menargetkan rezim itu sendiri. Melemahkannya ke tingkat terendah sejak berdiri 47 tahun lalu," cetus Netanyahu. 

Dia pun menguraikan apa saja yang telah dilakukan Israel. Mulai dari menyingkirkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, penerus de factonya Larijani, Menteri Pertahanan, Menteri Intelijen, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, komandan Pasukan Quds, komandan Garda Revolusi, komandan Basij, pimpinan keamanan, intelijen, perwira tinggi angkatan udara, pejabat UAV, penyalur dana teror, komandan angkatan laut, armada Laut Kaspia, serta puluhan markas dan fasilitas militer.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense