RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia memperkuat jangkauan diplomasi dan kerja sama ekonomi dengan China melalui rencana pembukaan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chengdu, Provinsi Sichuan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memperluas hubungan dengan kawasan di Barat Daya China yang memiliki potensi ekonomi besar.
Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun mengatakan, pembukaan KJRI Chengdu mencerminkan prioritas Pemerintah dalam meningkatkan kerja sama strategis lintas sektor. Hal tersebut disampaikan dalam Forum Indonesia Updates di Chengdu, Jumat (17/4/2026).
Dia menegaskan, Chengdu akan menjadi pintu gerbang utama bagi penguatan hubungan Indonesia dengan kawasan tersebut.
Baca juga : Lestari Moerdijat: Kemudahan Akses Pendidikan Kunci Utama Pemberdayaan Perempuan
Menurut keterangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Sabtu (18/4/2026), pembentukan KJRI ini telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 yang ditandatangani pada Maret 2026.
"Pembukan KJRI Chengdu akan menjadi tonggak baru dalam memperluas diplomasi Indonesia di China, sekaligus memperkuat hubungan bilateral yang lebih komprehensif," ujar Dubes Djo, sapaan akrabnya.
Kehadiran perwakilan ini, lanjutnya, diharapkan mampu meningkatkan kolaborasi di berbagai sektor strategis. Serta memperluas akses Indonesia terhadap kawasan China Barat Daya yang tengah berkembang pesat.
Dalam pertemuan dengan Party Secretary Provinsi Sichuan Wang Xiaohui, Dubes Djo juga membahas peluang kerja sama di sektor industri strategis, seperti energi terbarukan, baterai, kecerdasan buatan hingga farmasi.
Baca juga : Dubes Djauhari Oratmangun Dampingi Menteri Maman, Dorong Penguatan UMKM
"Indonesia melihat potensi besar untuk bersinergi dengan kekuatan industri Sichuan. Khususnya dalam mendukung pengembangan rantai pasok kendaraan listrik dan transisi energi," ujar Dubes yang pernah bertugas di Rusia dan Belanda itu.
Selain itu, penguatan konektivitas juga menjadi perhatian. Termasuk peluang pembukaan penerbangan langsung dari Chengdu ke Jakarta dan Bali untuk mendorong mobilitas wisatawan, pelajar dan pelaku usaha.
Kehadiran perwakilan baru ini akan memperluas cakupan diplomasi Indonesia yang sebelumnya telah memiliki Konsulat Jenderal di Guangzhou, Shanghai dan Hong Kong. Nantinya, wilayah kerja KJRI Chengdu akan mencakup Sichuan, Yunnan, Shaanxi, Gansu, serta Chongqing.
Secara ekonomi, kawasan Sichuan menunjukkan potensi yang signifikan. Perdagangan Indonesia dengan provinsi tersebut tercatat lebih dari 2,1 miliar dolar AS (Rp 35,9 triliun) tahun lalu.
Baca juga : Dubes Mohammad Boroujerdi Sampaikan Belasungkawa Atas Gugurnya TNI Di Lebanon
Sementara, secara keseluruhan hubungan dagang Indonesia-China pada 2025 mencapai lebih dari 167 miliar dolar AS (Rp 2.862 triliun) dengan nilai investasi sekitar 7,5 miliar (Rp 128,5 triliun).
Selain perdagangan dan investasi, sektor pendidikan juga menjadi salah satu fokus penguatan hubungan. Atase Pendidikan KBRI Beijing Lestari Puspitaningsih mengatakan, interaksi pendidikan antara kedua negara semakin intensif, dengan peluang peningkatan jumlah mahasiswa China yang belajar di Indonesia melalui berbagai program beasiswa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.