Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dubes Mohammad Boroujerdi Sampaikan Belasungkawa Atas Gugurnya TNI Di Lebanon
Rabu, 1 April 2026 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - DUTA Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan ucapan belasungkawa atas gugurnya tiga orang Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sedang menjalankan tugas sebagai tentara perdamaian Perserikatan Bangsa--Bangsa (PBB) di Lebanon awal pekan ini.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan Kedutaan Besar Iran di Jakarta, Senin (30/3/2026), Dubes Boroujerdi mengatakan, insiden tersebut sebagai tragedi yang memilukan. Dia juga menyampaikan solidaritas Pemerintah Iran kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia atas peristiwa itu.
“Menargetkan penjaga perdamaian merupakan pelangga¬ran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa hukuman,” tegasnya, seraya mengecam keras kejadian itu.
Gugurnya prajurit TNI tersebut tidak bisa dilepaskan dari agresi Israel yang terus berlangsung di kawasan, yang menurutnya terjadi dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat (AS).
Baca juga : Presiden Prabowo Sampaikan Duka Cita Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI Di Lebanon
Insiden tersebut terjadi di wilayah operasi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), tepatnya di dekat desa Adchit al Qusayr, Lebanon selatan pada Minggu (29/6/2026) malam waktu setempat.
Dalam keterangannya, UNIFIL menyebut seorang tentara penjaga perdamaian meninggal dunia setelah sebuah proyektil menghantam posisi me¬reka dan meledak. Senin (30/6/2026), bertambah dua lagi TNI yang bertugas di Lebanon gugur sehingga total menjadi tiga orang.
Selain menewaskan tiga prajurit TNI, ledakan itu juga menyebabkan dua personel lainnya mengalami luka kritis. Hingga kini, UNIFIL masih melakukan penyelidikan untuk memastikan asal proyektil yang memicu insiden tersebut.
“Kami tidak mengetahui asal proyektil tersebut,” demikian pe¬r¬¬nyataan UNIFIL.
Baca juga : Tinjau Jasa Marga Command Center, Kapolri Pastikan Arus Balik Aman Dan Lancar
UNIFIL juga menegaskan, tidak seharusnya ada personel penjaga perdamaian yang kehilangan nyawa saat menjalankan mandat menjaga stabilitas.
Dalam berbagai kasus sebelumnya, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dipandang sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah mengkonfirmasi gugurnya seorang prajurit TNI dalam serangan di Lebanon.
Prajurit yang gugur tersebut bernama Praka Farizal Rhomadhon. Berasal dari Yonif 113/Jaya Sakti (JS) Brigade Infanteri (Brigif) 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda (IM), Aceh. Sementara tiga personel lain yang terluka atas nama Praka Rico Pra-mudia, Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan.
Baca juga : Jasa Raharja: Kecelakaan Lalu Lintas Turun pada Periode Siaga Lebaran 2026
Kemlu menyampaikan duka mendalam dan menyerukan investigasi menyeluruh, serta transparan atas serangan terhadap pos UNIFIL yang menampung kontingen Indonesia tersebut.
Dalam serangan terpisah, dua prajurit TNI dilaporkan meninggal dunia, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar selaku Komandan Kompi (Danki) B yang juga anggota Kopassus dan Sersan Satu (Sertu) Ikhwan. Keduanya tidak sempat dievakuasi dari TKP (Tempat Kejadian Perkara) karena intensitas serangan tinggi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya