Dark/Light Mode

Dubes Trias Kuncahyono Bangga Bahasa Indonesia Dipakai Di Vatican News

Senin, 30 Maret 2026 07:15 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Vatikan Michael Trias Kuncahyono (kiri) bersalaman dengan Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo (Didik) usai acara ngobrol santai via zoom, Kamis (26/3/2026). (Foto Screengrab YouTube KBRI Vatikan)
Duta Besar Indonesia untuk Vatikan Michael Trias Kuncahyono (kiri) bersalaman dengan Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo (Didik) usai acara ngobrol santai via zoom, Kamis (26/3/2026). (Foto Screengrab YouTube KBRI Vatikan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bahasa Indonesia mencatatkan sejarah sebagai bahasa ke-57 yang dipakai di Vatican News. Kanal resmi media komunikasi Vatikan (Tahta Suci) itu menyampaikan berbagai informasi, ajaran, serta kegiatan Paus kepada umat Katolik di seluruh dunia.

Dengan jangkauan global, Vatican News menggunakan berbagai bahasa agar pesan yang disampaikan dapat diakses secara luas.

“Penambahan bahasa Indonesia merupakan bagian dari upaya inklusivitas dan pendekatan pastoral yang lebih dekat dengan umat di berbagai negara,” ungkap Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Vatikan Michael Trias Kuncahyono dalam bincang santai yang diadakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Vatikan via Zoom, Kamis (26/3/2026).

Dubes Trias mengatakan, pencapaian ini mencerminkan meningkatnya pengaruh bahasa Indonesia di dunia dan bentuk pengakuan terhadap besarnya jumlah penutur dan signifikansi umat Katolik di Indonesia.

Baca juga : Diplomasi Energi Bahlil Di Jepang, Bukti Indonesia Naik Kelas Di Panggung Global

“Pencapaian ini juga menjadi hadiah manis dalam perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Vatikan,” imbuhnya.

Menambah kegembiraan perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Vatikan, KBRI Vatikan juga meluncurkan buku berjudul Bersama Mengarungi Zaman (Insieme Attraverso I Tempi).

Menurut Dubes Trias, buku ini menjadi penanda sejarah panjang hubungan persahabatan kedua pihak yang telah terjalin sejak 1947, saat Tahta Suci mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia.

“Tahta Suci merupakan negara Eropa pertama yang memberikan pengakuan terhadap Indonesia. Kemudian mendorong negara-negara Eropa lain melakukan hal serupa,” jelasnya.

Baca juga : Cerita Bahagia Peserta Disabilitas di Mudik Gratis BUMN 2026

Pada kesempatan yang sama, Dubes Trias menegaskan komitmen Indonesia menjaga toleransi dan memperkuat kerja sama dengan Vatikan dalam mempromosikan saling menghormati, keberagaman, serta dialog demi terciptanya perdamaian dunia.

Buku tersebut ditulis dalam tiga bahasa. Yakni Indonesia, Italia dan Inggris. Buku ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol perayaan hubungan bilateral. Tapi juga catatan sejarah yang memperkuat fondasi kerja sama kedua pihak di masa mendatang.

Buku tersebut memuat tulisan Menteri Luar Negeri Sugiono, Kardinal Pietro Parolin selaku Secretary of State Vatikan, Romo Budi Subanar SJ, serta Dubes Trias.

Selain itu, buku ini juga dilengkapi dokumentasi kunjungan tiga Paus ke Indonesia, yakni Paus Paulus VI (1970), Paus Yohanes Paulus II (1989) dan Paus Fransiskus (2024). Termasuk kunjungan lima Presiden RI ke Vatikan, yakni Soekarno, Soeharto, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo.

Baca juga : Indonesia Tidak Gabung Aliansi Militer Mana Pun

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.