RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk China Djauhari Oratmangun menyapa lebih dari 150 warga negara Indonesia (WNI) dalam kegiatan “KBRI Beijing Goes to Chengdu” di Chengdu, Sabtu (18/4/2026).
Acara ini jadi ajang temu kangen sekaligus memperkuat jejaring komunitas WNI di Chengdu dan sekitarnya. Mayoritas peserta merupakan mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan tinggi di berbagai kampus di kota tersebut. Hadir pula sejumlah tokoh masyarakat Indonesia yang sudah menetap lebih dari satu dekade di Chengdu, menambah hangat suasana kebersamaan.
Dalam sambutannya, Dubes Djauhari membawa kabar gembira. Pemerintah Indonesia akan memperluas kehadiran perwakilan di China.
“Presiden Prabowo Subianto pada Maret 2026 telah menandatangani Peraturan Presiden tentang pendirian Konsulat Jenderal Republik Indonesia baru di Chengdu,” ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Selasa (21/4/2026).
Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan di wilayah barat daya China, akan menjadi lokasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). Wilayah kerjanya meliputi Sichuan, Yunnan, Shaanxi, Gansu, serta Kota Chongqing.
Baca juga : KRI Songkhla Sosialisasikan Aturan Pernikahan Campur bagi WNI di Thailand
Rencana ini disambut antusias para WNI. Selama ini, mereka harus menempuh perjalanan lebih dari 1.800 kilometer ke Beijing untuk mengakses layanan konsuler.
Selain memaparkan perkembangan hubungan Indonesia–China, Dubes Djauhari juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap hukum setempat. Ia turut mengimbau WNI untuk melakukan lapor diri.
“Jangan lupa lapor diri. Sekarang bisa dilakukan online, kapan saja dan dari mana saja,” pesannya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan keguyuban antarwarga Indonesia di perantauan.
Sebagai program unggulan, kegiatan ini menghadirkan layanan langsung (on the spot) bagi WNI. Atase Imigrasi KBRI Beijing Herawan Sukoaji membuka sesi dengan penjelasan prosedur serta layanan pembuatan paspor baru, penggantian paspor rusak, hingga hilang.
“Paspor adalah dokumen negara yang harus dijaga dengan baik. Jangan disobek, jangan dicoret-coret, dan pastikan selalu dalam kondisi layak,” tegas Herawan.
Baca juga : BRINS Sediakan Layanan Siaga Mudik Lebaran 2026
Selanjutnya, Atase Pendidikan KBRI Beijing, Lestari Puspitaningsih, menyapa para mahasiswa. Ia mengingatkan tahapan penting bagi lulusan perguruan tinggi di China.
“Sebelum kembali ke Indonesia secara permanen, pastikan proses verifikasi ijazah sudah dilakukan melalui China Higher Education Student Information (CHSI). Ini penting agar ijazah diakui dan dapat dimanfaatkan secara optimal di Indonesia,” jelasnya.
Perempuan yang akrab disapa Pita ini juga mendorong mahasiswa menyiapkan proses tersebut sejak dini.
Pelaksana fungsi Protokol dan Konsuler, Widya Airlangga dan Bayu Oktavriyanto, turut memberikan pemaparan interaktif terkait layanan konsuler, mekanisme lapor diri, serta pelindungan WNI.
“Seluruh informasi layanan KBRI Beijing sudah tersedia secara transparan di website resmi, mulai dari prosedur, alur pengajuan, hingga biaya layanan jika ada. Kami mendorong teman-teman untuk memanfaatkannya,” ujar Airlangga.
Baca juga : SMRA Bangun Pusat Hunian Dan Bisnis Baru Di Barat Jakarta
“Kami juga menyediakan hotline KBRI yang dapat dihubungi melalui WeChat maupun WhatsApp di nomor 18610455488, khusus untuk situasi darurat. Jangan ragu menghubungi jika menghadapi kondisi krisis,” tambah Bayu.
Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di China cabang Chengdu yang dipimpin Jevon Kokazio, mahasiswa University of Electronic Science and Technology of China. Kolaborasi ini menghadirkan suasana hangat dan dinamis, mencerminkan kuatnya solidaritas komunitas Indonesia di perantauan.
Acara semakin meriah dengan penampilan seni budaya dari mahasiswa dan masyarakat Indonesia. Nuansa Tanah Air terasa kental saat seluruh hadirin menyanyikan lagu “Rayuan Pulau Kelapa” dan “Indonesia Pusaka” usai Indonesia Raya dikumandangkan.
Kebersamaan mencapai puncak saat peserta berjoget bersama diiringi musik daerah “Tabola Bale”, melepas rindu akan kampung halaman.
Melalui kegiatan ini, KBRI Beijing menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah WNI. KBRI Beijing Goes to Chengdu bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga wujud nyata pelayanan dan pelindungan negara bagi seluruh WNI, sekaligus mempererat rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar Indonesia di perantauan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.