Dark/Light Mode

Indonesia-American Games 2026 Satukan Diaspora RI di 50 Negara Bagian AS

Sabtu, 7 Maret 2026 12:33 WIB
Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (Foto: NOC Indonesia)
Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (Foto: NOC Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Semangat kebersamaan diaspora Indonesia di Amerika Serikat akan diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia-American Games (IAG) 2026 di Chicago.

Ajang olahraga komunitas ini diharapkan menjadi ruang persatuan diaspora sekaligus membuka peluang pencarian bakat atlet muda Indonesia yang tumbuh di luar negeri.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Juni 2026 di Chicago. IAG 2026 dirancang sebagai event olahraga komunitas berskala nasional di Amerika Serikat yang mempertemukan masyarakat Indonesia lintas generasi, wilayah, dan latar belakang dalam satu panggung kebersamaan.

Untuk pertama kalinya, diaspora Indonesia dari berbagai negara bagian akan berkumpul, berkompetisi, serta membangun jejaring dalam sebuah perhelatan yang dirancang secara terorganisir dan profesional.

Sebanyak delapan cabang olahraga akan dipertandingkan, yakni bola basket, bola voli, mini soccer, bulu tangkis, tenis, pickleball, atletik, dan catur. Kompetisi dibagi dalam dua kategori usia, yaitu Junior (15–17 tahun) dan Senior (18–35 tahun).

Baca juga : Prabowo: Kita Harus Berani, Ekonomi RI Tak Boleh Lagi Didikte

Melalui sistem perwakilan negara bagian atau komunitas, para atlet tidak hanya bertanding sebagai individu, tetapi juga membawa identitas kolektif komunitasnya.

Sosok di balik inisiatif ini adalah Davon Arjunaidi, mahasiswa DePaul University yang merupakan lulusan SMAK 6 PENABUR.

Sebagai pendiri IAG 2026, Davon memandang olahraga sebagai bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan sekaligus memperkuat identitas kebangsaan.

Baginya, penyelenggaraan IAG 2026 merupakan bentuk kontribusi nyata generasi muda Indonesia bagi bangsa, meski berada jauh dari tanah air. Ia bahkan mengalokasikan sebagian dana beasiswa yang diperolehnya dari kampus untuk membantu pembiayaan kegiatan tersebut.

“Saya ingin diaspora Indonesia di Amerika Serikat tidak berjalan sendiri-sendiri. Kita perlu memiliki ruang bersama yang dapat memperkuat rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. IAG bukan hanya sebuah event, tetapi fondasi untuk masa depan,” ujar Davon, Sabtu (7/3/2026).

Baca juga : Menko Airlangga: Ekonomi RI Tahan Banting, Siap Lepas Landas Ke 8 Persen

Lebih jauh, IAG 2026 juga dirancang sebagai wadah pencarian bakat atlet muda diaspora Indonesia, khususnya di kelompok usia di bawah 17 tahun. Kategori junior dipandang sebagai bagian penting dari visi jangka panjang kegiatan ini.

Melalui sistem kompetisi yang terstruktur, ajang ini diharapkan dapat memetakan potensi atlet-atlet muda Indonesia yang tumbuh dan berlatih di Amerika Serikat.

Ke depan, diharapkan terbuka peluang kolaborasi dengan federasi olahraga di Indonesia sehingga talenta diaspora dapat dipertimbangkan untuk memperkuat tim nasional sesuai regulasi yang berlaku.

Dengan demikian, IAG 2026 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi diaspora, tetapi juga berpotensi menjadi jembatan antara potensi atlet diaspora dengan kebutuhan pembinaan olahraga nasional.

Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari Presiden Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari.

Baca juga : Menuju Indonesia Emas 2045, Wihaji Tempatkan Keluarga Jadi Fondasi Pembangunan

Ia menilai, IAG 2026 merupakan langkah progresif yang sejalan dengan semangat Olympic Movement dalam membangun sportivitas, persatuan, dan pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Inisiatif seperti Indonesia-American Games menunjukkan bahwa semangat olahraga Indonesia tidak mengenal batas geografis. Upaya membangun platform kompetisi diaspora sekaligus membuka ruang pencarian bakat adalah langkah yang visioner. Kami mengapresiasi gagasan ini dan berharap IAG 2026 dapat menjadi inspirasi serta memperkuat ekosistem olahraga Indonesia secara global,” ujar Raja Sapta Oktohari.

Penyelenggaraan IAG 2026 akan dipusatkan di Dr. Conrad Worrill Track & Field Center untuk seremoni pembukaan dan penutupan, serta didukung sejumlah fasilitas olahraga lain di Chicago.

Seluruh penyelenggaraan dirancang dengan mengedepankan prinsip profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, serta keselamatan peserta.

Lebih dari sekadar kompetisi, Indonesia-American Games 2026 membawa tiga misi utama, yaitu memperkuat persatuan diaspora Indonesia di 50 negara bagian Amerika Serikat, membangun ekosistem olahraga komunitas yang berkelanjutan, serta membuka peluang lahirnya atlet-atlet muda yang berpotensi membela Indonesia di masa depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.