BREAKING NEWS
 

Perang Lawan Iran, Trump Janji Nggak Pencet Tombol Nuklir

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 25 April 2026 08:04 WIB
Presiden AS Donald Trump. (Foto: White House)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan tidak akan menggunakan senjata nuklir dalam perang melawan Iran.

Trump menyebut, penggunaan senjata nuklir tidak diperlukan karena kekuatan militer konvensional AS dinilai sudah cukup.

“Mengapa saya harus menggunakan senjata nuklir? Kita telah menghancurkan mereka secara konvensional tanpa itu (nuklir),” ujar Trump, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (24/4/2026).

Ia juga menegaskan, senjata nuklir seharusnya tidak digunakan oleh pihak mana pun. “Tidak, saya tidak akan menggunakannya,” katanya.

Konflik antara AS-Israel dan Iran diketahui telah berlangsung sejak 28 Februari 2026. Dalam beberapa hari terakhir, situasi relatif mereda menyusul gencatan senjata dan upaya perundingan damai.

Baca juga : Ekonomi Januari–Maret Tumbuh Minimal 5,5%

Meski demikian, kondisi di lapangan masih dinilai belum stabil. Iran dilaporkan masih membatasi akses di Selat Hormuz, sementara AS tetap menjalankan blokade di jalur strategis tersebut. Kedua pihak juga dilaporkan tetap dalam kondisi siaga.

Trump menduga, Iran kemungkinan telah menambah persenjataan selama masa gencatan senjata dua pekan terakhir. Namun, ia menyatakan, tidak khawatir karena militer AS dinilai mampu menetralisasi tambahan kekuatan tersebut dengan cepat.

“Jika mereka menambah kekuatan, kami bisa menghancurkannya dalam satu hari,” ujarnya.

Adsense

Terkait peluang kesepakatan damai jangka panjang, Trump mengatakan, tidak ingin terburu-buru dan menginginkan hasil yang permanen, terutama untuk memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.

Di sisi lain, sebelumnya sempat beredar klaim mengenai dugaan penggunaan kode nuklir oleh Trump dalam rapat darurat Gedung Putih pekan lalu.

Baca juga : 1 Dolar=17.300, Rupiah Makin Melemah

Klaim tersebut disampaikan mantan perwira CIA, Larry Johnson, dalam sebuah podcast dan dilaporkan oleh Newsweek. Namun, hingga kini tidak ada konfirmasi resmi yang mendukung klaim tersebut, dan pihak Gedung Putih telah membantahnya.

Sementara itu, Iran terus menegaskan, program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai, bukan militer. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyebut, tuduhan terhadap negaranya sebagai bagian dari tekanan politik.

“Iran telah terlibat dalam berbagai forum internasional untuk menjelaskan bahwa program nuklir kami bersifat damai,” ujarnya.

Di kawasan Eropa, ketegangan juga meningkat setelah Prancis dan Polandia merencanakan latihan militer gabungan yang mencakup simulasi penggunaan senjata konvensional dan nuklir.

Menurut laporan media Polandia Wirtualna Polska, latihan tersebut akan digelar di kawasan Laut Baltik dan Polandia utara sebagai bagian dari penguatan kemampuan pertahanan terhadap potensi ancaman Rusia.

Baca juga : Stoknya Mencapai 5 Juta Ton, Amran Yakin Tidak Ada Manipulasi Data Beras

Menanggapi hal itu, Rusia melalui juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan, langkah tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan dan tidak mendukung stabilitas kawasan.

Pemerintah Rusia juga menyebut akan memperhatikan perkembangan tersebut dalam perencanaan strategi militernya ke depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense