BREAKING NEWS
 

Perkuat Kolaborasi, Menlu Lazaro Bertemu Sugiono

RI-Filipina Diikat Oleh Laut, Berbagi Takdir Yang Sama

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 28 April 2026 06:10 WIB
Menteri Luar Negeri Filipina Ma. Theresa P. Lazaro (kiri) berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Sugiono di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (23/4/2026). KEMLU RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Berbagi takdir yang sama sebagai negara kepulauan, Indonesia dan Filipina tak hanya terhubung oleh laut, tapi juga oleh ribuan warganya yang hidup di lintas batas. Sekitar 8.000 orang keturunan Indonesia di Filipina menjadi bagian nyata dari hubungan panjang kedua negara, sekaligus dalam kerja sama bilateral.

Isu tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Luar Negeri (Menlu) Filipina Ma. Theresa P. Lazaro dengan Menlu Sugiono di Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, Kamis (23/4/2026), dalam rangka Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) ke-8.

Lazaro menemui Sugiono untuk memperkuat kerja sama bilateral dan memantapkan kesiapan Filipina sebagai Ketua ASEAN 2026. Pertemuan ini fokus pada isu warga lintas batas, ketahanan ekonomi, serta stabilitas kawasan di tengah ketidakpastian global.

Sebagai negara tetangga dekat, interaksi masyarakat Indonesia dan Filipina telah berlangsung sejak lama. Termasuk melalui hubungan kekerabatan lintas wilayah, terutama di kawasan Sulawesi Utara dan Filipina selatan. Namun, kondisi tersebut juga memunculkan tantangan, terutama terkait kejelasan status kewarganegaraan bagi warga keturunan.

Baca juga : Agnes Rahajeng, Raih Mahkota Putri Indonesia Seperti Mimpi

Melalui kerja sama kekonsuleran, kedua negara kini mempercepat upaya pendataan, verifikasi, serta pemberian dokumen kewarganegaraan. Dari proses tersebut, sekitar 8.000 orang teridentifikasi sebagai keturunan Indonesia di Filipina.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kepastian status hukum, sekaligus meningkatkan akses mereka terhadap layanan dasar dan perlindungan negara. “Mereka juga memerlukan kejelasan. Mereka warga negara mana. Karena kita ketahui bersama, etnis antara suku-suku kita, khususnya di Sulawesi Utara dan Filipina, banyak yang memiliki hubungan kekerabatan,” ujar Sugiono, usai pertemuan.

Lazaro menilai, isu ini mencerminkan eratnya hubungan antarmasyarakat kedua negara. Menurutnya, Filipina juga tengah mendorong pendataan warga keturunan Filipina di Sulawesi Utara agar dapat mengakses layanan sosial secara lebih cepat dan menyeluruh.

“Filipina berharap, program ini memungkinkan orang-orang keturunan Filipina terdokumentasi dengan baik dan mendapatkan akses layanan sosial secara komprehensif dan cepat,” kata Lazaro yang tampil modis dengan gaun warna terakota.

Baca juga : Purbaya: Uang Kita Masih Banyak

Lazaro merupakan diplomat karier dan pengacara asal Filipina yang menjabat sebagai Menlu sejak 1 Juli 2025. Dia dikenal sebagai diplomat senior dengan pengalaman panjang dalam hubungan internasional.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri juga membahas berbagai isu strategis lainnya. Mulai dari pengelolaan perbatasan, keamanan maritim, hingga kerja sama perdagangan, investasi, energi dan mineral strategis.

“Sebagai dua negara kepulauan terbesar di dunia, Filipina dan Indonesia berbagi takdir yang sama, yang diikat oleh laut. Bagi kita, laut bukan pemisah, melainkan penghubung,” ujar Lazaro, yang akrab disapa Tess.

Dia menekankan pentingnya membangun hubungan bilateral berbasis kepercayaan serta memperkuat konektivitas antarmasyarakat. Kedekatan geografis antara Manado di Indonesia dan Davao di Filipina menjadi salah satu fondasi alami hubungan kedua negara.

Baca juga : Selamat Dari Upaya Pembunuhan, Trump Yakin Tidak Terkait Dengan Iran

Sugiono juga menyoroti pentingnya kerja sama di sektor energi dan mineral strategis. Dia mengatakan, inisiatif seperti Indonesia-Philippines Critical Minerals Partnership dan kerja sama nikel sebagai langkah penting untuk memperkuat rantai pasok global dan industri hilir.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense