RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar Indonesia (Dubes RI) untuk Turki Achmad Rizal Purnama meninjau kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Orka Sunlife Resort Hotel, Fethiye, Provinsi Mugla, Turki, Sabtu (2/4/2026). Kunjungan Dubes Rizal sekaligus mendorong perluasan peluang kerja yang aman dan teratur bagi WNI di sektor pariwisata.
Dalam kunjungannya, Dubes Rizal bertemu sekitar 40 PMI untuk mendengar pengalaman mereka. “Kami ingin memastikan seluruh WNI bekerja dalam kondisi aman, dengan perlindungan dan dukungan yang memadai,” kata Dubes Rizal lewat sosial medianya.
Sebelumnya, Dubes Rizal juga melakukan pertemuan dengan Chief Executive Officer (CEO) Orka Sunlife Resort Hotel Ugur Se¬rindag dan CEO Working Global Ferhat Sahin. Pertemuan tersebut membahas tentang pengembangan peluang kerja bagi PMI di Turki, khususnya yang memenuhi standar keamanan dan regulasi.
Baca juga : Jajaki Peluang Kerja Sama Industri Tekstil
Dalam dialog bersama PMI, Dubes Rizal turut memberikan motivasi agar para pekerja terus menjaga kinerja dan nama baik Indonesia di luar negeri. Dia juga mengajak PMI untuk menampilkan nilai dan identitas positif Indonesia di tempat kerja.
“Tunjukkan bahwa pekerja Indonesia memiliki etos kerja yang baik, ramah, bertanggung jawab dan mampu membawa nama baik Indonesia,” ujarnya.
Salah satu PMI, Desi, mengaku bersyukur atas kesempatan bekerja di Turki. Dia merasa mendapat pengalaman baru. Tak lupa, Desi juga mengapresiasi perhatian yang diberikan KBRI Ankara.
Baca juga : Dubes RI Untuk Uni Emirat Arab Judha Nugraha Bertemu CEO BEEAH Holding
“Terima kasih kepada KBRI Ankara yang sudah datang melihat langsung kondisi kami, serta memberikan semangat untuk terus bekerja dengan baik,” ungkapnya.
KBRI Ankara mencatat sektor perhotelan (hospitality) menjadi salah satu peluang terbesar bagi PMI di Turki, terutama di kota wisata seperti Fethiye, Antalya, Mugla, Bodrum, dan Istanbul. PMI umumnya bekerja sebagai housekeeping, terapis spa, pelayan restoran, staf dapur, hingga pekerja umum di hotel.
Secara nasional, sektor pariwisata Turki menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2025, negara ini menerima 52,77 juta wisatawan dengan pendapatan men¬capai 61,1 miliar dolar AS (sekitar Rp 1.038 triliun). Jumlah ini sekaligus menempatkan Turki sebagai negara tujuan wisata terbesar kelima di dunia.
Baca juga : Dubes RI Untuk Turki Achmad Rizal Purnama Dampingi Kunjungan Wamenlu Anis Matta
Dari sisi perlindungan, pekerja asing yang bekerja secara legal di Turki memiliki hak ketenagakerjaan yang setara dengan pekerja lokal. Data KP2MI (Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) menunjukkan jumlah penempatan PMI ke Turki pada 2025 meningkat 151,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, sebanyak 13.781 WNI memiliki izin kerja aktif di negara tersebut.
KBRI Ankara menilai, tren ini membuka peluang besar bagi PMI, khususnya di sektor pariwisata. Namun, PMI diimbau agar tetap mengedepankan aspek legalitas dan perlindungan tenaga kerja.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.