Dark/Light Mode

Dubes RI Untuk Norwegia Teuku Faizasyah

Bangga Karya Anak Bangsa Jadi Pembuka Festival Film Di Oslo

Sabtu, 15 November 2025 05:47 WIB
Dubes Teuku Faizasyah (ketiga kanan) bersama tim di bioskop Vika Kino, Oslo, Kanada, Selasa (11/11/2025). (Foto KBRI Oslo)
Dubes Teuku Faizasyah (ketiga kanan) bersama tim di bioskop Vika Kino, Oslo, Kanada, Selasa (11/11/2025). (Foto KBRI Oslo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Norwegia Teuku Faizasyah menyampaikan apresiasi tinggi atas terpilihnya karya anak bangsa sebagai film pembuka Films from the South Festival (Film fra Sør) 2025 di Oslo. Dia menilai, kehadiran film Indonesia di panggung festival bergengsi salah satu negara Skandinavia itu menjadi momentum penting bagi diplomasi budaya.

Film “Perang Kota” (This City Is a Battlefield) garapan sutradara Mouly Surya, membuka festival melalui pemutaran khusus yang digelar di bioskop Vika Kino, Selasa (11/11/2025). Acara itu merupakan hasil kolaborasi antara Film fra Sør dan KBRI Oslo.

Dalam keterangan tertulis KBRI Oslo, Kamis (13/11/2025), pembukaan festival diawali penampilan Tari High Flying dari Kalimantan oleh Peacock Dance Group. Suasana malam pembukaan semakin semarak dengan kehadiran kalangan diplomatik, Pemerintah, pebisnis, pegiat film, seniman, masyarakat Indonesia, hingga publik Norwegia. Mouly Surya dan produser Rama Adi juga hadir.

Dubes Faizasyah menilai, Perang Kota memiliki relevansi kuat dengan peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia tahun ini. Film yang berlatar masa awal kemerdekaan tersebut, diputar tepat sehari setelah Hari Pahlawan 10 November.

“Pertempuran dahsyat di Surabaya membangkitkan semangat rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan. Film ini terinspirasi dari semangat dan pengorbanan itu, sambil menyoroti pengalaman langsung individu yang hidup di masa konflik bersenjata tersebut,” ujar Dubes Faizasyah.

Baca juga : Gus Ipul Siap Gunakan Mobil Dinas Maung, Bangkitkan Karya Anak Bangsa

Dia berharap, pemutaran film ini menjadi jembatan untuk memperluas kerja sama budaya Indonesia–Norwegia, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru di sektor industri kreatif.

Dubes Faizasyah juga menginginkan agar penayangan Perang Kota dapat meningkatkan rasa ingin tahu masyarakat Norwegia terhadap Indonesia. Termasuk minat untuk berkunjung dan mengenal kekayaan budaya Nusantara secara langsung.

Ketua Dewan Film fra Sør Festival Tom Eilertsen menyampaikan apresiasi atas kerja sama erat dengan KBRI Oslo. Menurutnya, kolaborasi tersebut mencerminkan semangat pertukaran budaya serta persahabatan antara kedua negara. Dia menyebut, kehadiran Perang Kota membawa perspektif baru dari Asia Tenggara sekaligus menunjukkan kekuatan sinema Indonesia di mata publik Norwegia.

Mouly Surya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada KBRI Oslo, Film fra Sør dan DuoFilm—mitra produksi dari Norwegia.

“Perang Kota dibuat dengan penuh cinta dan dedikasi melalui kerja sama tujuh negara. Termasuk Indonesia dan Norwegia,” ujarnya.

Baca juga : Dubes Teuku Faizasyah Bicara Peran Global South Dalam Agenda SDGs

Dia menambahkan, skema co-production masih terbilang jarang di industri film Indonesia, sehingga kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi perkembangan sinema nasional.

Pemutaran film mendapat sambutan hangat, termasuk dari sutradara dan seniman ternama Norwegia, Cliff Moustache, pendiri Nordic Black Theatre. Moustache menilai, film tersebut berhasil membawa kisah sejarah melalui pendekatan personal dan emosional.

Narasi yang memadukan perjalanan individu dengan peristiwa besar perjuangan kemerdekaan membuat penonton terus penasaran mengikuti alurnya. Pendekatan ini, menurutnya, membuat sejarah terasa lebih dekat dan mudah dipahami, terutama bagi generasi muda.

Perang Kota diadaptasi dari novel “Jalan Tak Ada Ujung” karya Mochtar Lubis. Film ini menggambarkan pergulatan moral dan sosial pada masa revolusi kemerdekaan di Jakarta pasca-Perang Dunia II.

Dibintangi Chicco Jerikho dan Ariel Tatum, film ini telah mencatat prestasi internasional. Termasuk menjadi film penutup International Film Festival Rotterdam pada 8 Februari 2025. Di Tanah Air, film ini masuk 10 nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2025 kategori Film Terbaik.

Baca juga : Dubes RI Untuk Portugal Hibur Pengunjung Festival Dengan Tarian Tradisional

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.