RM.id Rakyat Merdeka - Tekanan berat terhadap ribuan awak kapal menjadi sisi paling mencolok dari pengerahan USS Gerald R. Ford selama 11 bulan. Kapal induk terbesar dan tercanggih milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) itu, akhirnya kembali ke Pangkalan Norfolk, Virginia, pada Sabtu (16/5/2026) waktu setempat, setelah menjalani penugasan selama 326 hari dimulai dari kawasan Mediterania hingga Timur Tengah.
Misi tersebut menjadi pengerahan kapal induk AS terlama sejak era Perang Vietnam, sekitar 50 tahun lalu. Biasanya, kapal induk bertugas paling lama tujuh bulan.
Sebelum misi USS Ford kali ini, misi operasi kapal induk yang terlama terjadi semasa Perang AS-Vietnam (1965-1975). Pada 1965, USS Coral Sea beroperasi di perairan Pasifik Barat dan Vietnam selama 329 hari. Berikutnya, pada 1973 USS Midway beroperasi selama 332 hari.
Selama hampir setahun berlayar, USS Gerald R. Ford terlibat dalam sejumlah operasi militer besar Washington. Mulai dari kawasan Karibia hingga Timur Tengah. Kapal induk itu ikut mendukung operasi AS terhadap Venezuela hingga perang yang melibatkan Iran.
Kapal perang super tersebut pada 24 Juni 2025 meninggalkan Pangkalan AL Norfolk menuju Mediterania sebelum dialihkan ke kawasan Karibia, akhir 2025. Langkah itu menjadi bagian dari peningkatan kekuatan militer AS di sekitar Venezuela.
Baca juga : Davina Karamoy, Bukan Gimmick Pacaran Dengan Ardhito Pramono
USS Gerald R. Ford kemudian terlibat dalam operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari 2026. Operasi tersebut berlangsung cepat dengan dukungan besar kekuatan udara dan laut AS.
Setelah dari Karibia, kapal induk bertenaga nuklir itu bergerak menuju Timur Tengah saat ketegangan dengan Iran meningkat. USS Gerald R. Ford mendukung operasi tempur AS pada fase awal perang melawan Iran, 28 Februari 2026.
Namun operasi panjang itu memicu tekanan besar terhadap awak maupun masalah teknis kapal. Pada Maret 2026, kebakaran besar terjadi di fasilitas laundry USS Ford ketika kapal berada di Laut Merah mendukung operasi melawan Iran. Api dilaporkan berkobar lebih dari 30 jam dan merusak area tempat tidur awak.
Akibat insiden tersebut, ratusan pelaut kehilangan tempat tidur. Mereka terpaksa merebahkan tubuh di lantai maupun area darurat lain di dalam kapal.
Sejumlah awak juga mengalami gangguan akibat asap, sementara kapal harus singgah ke Pulau Kreta, Yunani, untuk perbaikan dan pengisian ulang logistik.
Baca juga : MK Tolak Gugatan Anggota DPR Harus S2
Kini, USS Ford tiba di dermaga Pangkalan AL AS Norfolk didampingi dua kapal perusak USS Bainbridge dan USS Mahan. Armada tersebut membawa 5.000 pelaut.
Dengan demikian, AS kini menyisakan dua kapal induk di kawasan Iran, yakni USS Abraham Lincoln dan USS George H.W. Bush, bersama sekitar 20 kapal Angkatan Laut lainnya.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memuji kru kapal induk tersebut saat tiba di Norfolk. Menurutnya, USS Gerald R. Ford dan kapal pendampingnya telah mencetak sejarah dan membuat AS bangga. “Tugas berhasil diselesaikan sempurna,” ucapnya.
Para keluarga telah menanti kepulangan para pelaut itu di Norfolk, dengan penuh haru.
“Saya merindukanmu,” demikian aneka poster yang dibuat anggota keluarga ABK USS Ford yang menunggu.
Baca juga : RI Kebal Krisis, Tapi Tetap Waspada
Penarikan kapal tersebut menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump kepada Kongres bahwa perang melawan Iran telah berakhir. Operasi militer yang diluncurkan tanpa persetujuan Kongres tersebut telah mencapai batas waktu 60 hari.
Trump mengatakan, gencatan senjata sejak 7 April lalu adalah bentuk berakhirnya perang antara AS dan Iran. Namun, langkah Trump membingungkan. Karena sejauh ini, AS dan Iran belum menyepakati perundingan damai.
“Tidak ada baku tembak antara Amerika Serikat dan Iran sejak 7 April 2026,” kata Trump, dalam suratnya kepada para pemimpin Kongres, dikutip dari AFP, Sabtu (2/5/2026).
“Permusuhan yang dimulai pada 28 Februari 2026 telah berakhir,” tegasnya. MEL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 18 Mei 2026 dengan judul "USS Gerald R. Ford Akhirnya Pulang Kampung 5.000 Awak Kapal AL Amerika Stress Berat"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.