Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
China Beli Minyak & 200 Boeing, Trump Klaim Menang Banyak
Minggu, 17 Mei 2026 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pulang dari China dengan kemenangan besar. Sebab, dalam kunjungannya selama 3 hari di China, banyak kesepakatan yang diklaim lebih menguntungkan AS. China bersedia beli minyak dan 200 pesawat boeing dari AS.
Trump tiba di Beijing pada Rabu (13/5/2026) malam waktu setempat dengan memboyong sejumlah pengusaha papan atas asal AS. Setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping, Trump kembali ke Gedung Putih pada Jumat (15/5/2026).
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump kembali melemparkan banyak pujian kepada Presiden China Xi Jinping. Trump, berkat Jinping, AS-China telah mencapai kesepakatan perdagangan fantastis. "Kami telah membuat beberapa kesepakatan perdagangan fantastis yang bagus untuk kedua negara.
Baca juga : Kapuskeshaj Minta Lansia Haji Terus Didampingi
Kami telah menyelesaikan banyak masalah perbedaan yang tak akan bisa diselesaikan oleh orang lain," kata Trump kepada pembawa acara Fox News Sean Hannity, Jumat (15/5/2026).
Selain isu geopolitik, Trump mengatakan kedua negara membahas kerja sama di sektor pertanian, penerbangan hingga kecerdasan buatan (AI). Terkait Boeing misslnya, Trump mengaku China telah sepakat membeli 200 unit pesawat sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dagang kedua negara.
"Itu semacam pernyataan, tetapi saya pikir itu sebuah komitmen," kata Trump menirukan percakapannya dengan Jinping.
Baca juga : Mansur: Banyak Program Pelatihan Hanya Bersifat Seremonial
Trump menilai pesanan yang disebutnya mencapai 200 pesawat besar itu akan berdampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja di AS. Meski sebelumnya sempat muncul kabar potensi pesanan hingga 500 unit seri Boeing 737 MAX, komitmen 200 pesawat tetap dipandang sebagai keuntungan besar. Sebab, pesanan besar terakhir dari China terjadi pada 2017 saat kunjungan pertama Trump ke Beijing.
Trump juga mengklaim China menyatakan minat membeli minyak dan kedelai dari AS.
Diketahui, sejak ketegangan dagang antara kedua negara meningkat, China mengurangi pembelian kedelai dari AS dan beralih ke Brazil. Sementara untuk minyak, China selama ini dikenal sebagai pelanggan utama minyak Iran.
Baca juga : Kurniasih Mufidayati: Memperkuat Kompetensi Tanpa Menambah Beban
"Mereka telah setuju bahwa ingin membeli minyak dari Amerika Serikat," ujar Trump.
Di luar itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkap Washington dan Beijing tengah membahas pembentukan pagar pembatas dalam penggunaan AI.
Kedua negara disebut akan menyusun protokol agar model AI canggih tidak jatuh ke tangan aktor non-negara.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya