BREAKING NEWS
 

Dubes Desra Percaya Dukung Pengrajin Batik Di London Craft Week

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 18 Mei 2026 07:10 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Inggris Desra Percaya membuka acara Private View Evening di Wisma Duta, Inggris, Kamis (14/5/2026). (Foto KBRI London)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London, Inggris, untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam ajang London Craft Week 2026 melalui kolaborasi dengan desainer tekstil British-Indonesia, Lisa King.

Pameran yang berlangsung pada 12–17 Mei 2026 di Gallery 8, St James’s, London, Inggris, itu menampilkan karya-karya terbaru Lisa King dan koleksi batik pribadi milik mendiang ibunya, Farida King.

Melalui pameran bertajuk Batik: Recolouring Tradition, Lisa King menghadirkan batik dalam konteks modern dengan menggabungkan unsur warisan budaya Indonesia dan perspektif lintas budaya sebagai seniman Inggris berdarah Indonesia.

Bagi Lisa King, batik bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga ruang dialog antara dua dunia yang membentuk dirinya.

Dari kain-kain itulah Lisa mulai menelusuri kembali hubungan emosional dengan Indonesia. “Pameran ini membuka sebuah perjalanan panjang bagi saya,” ujar Lisa King.

Baca juga : Wakil Dubes Maria Renata Lepas Tugas 3 Pengemudi Bus Jepang Asal Indonesia

Dalam proses kreatifnya, Lisa bekerja sama dengan komunitas perajin batik di Yogyakarta, termasuk generasi kedua Batik Winotosastro, serta spesialis warna di Inggris. Kolaborasi tersebut menghadirkan batik sebagai medium untuk merefleksikan identitas, memori dan pertemuan dua budaya.

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Inggris Desra Percaya mengatakan, inovasi menjadi bagian penting dalam memperkenalkan batik ke panggung internasional.

“Batik memang tradisi. Namun tradisi tidak pernah berhenti berkembang. Batik tetap relevan, ekspresif dan dekat dengan kehidupan modern,” ujar Dubes Desra dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Adsense

Pembukaan pameran diawali dengan acara private viewing yang dihadiri korps diplomatik di London, Diplomatic Spouses Club London, The Women’s Council, serta mitra dan sahabat KBRI London.

Pada hari kedua penyelenggaraan, Lisa King bersama KBRI London kembali menggelar Private View Evening yang menghadirkan komunitas media, seni, dan tokoh masyarakat setempat.

Baca juga : Dubes Daniel Blockert Pukul Gong, Buka Join Sweden Study And Career Day 2026

Wakil Kepala Perwakilan RI London Sahadatun Donatirin menegaskan, batik terus berkembang mengikuti zaman.

“Tradisi bukanlah sesuatu yang kuno. Tradisi terus berkembang dan dapat digunakan oleh siapa pun,” ujarnya.

Sementara itu, UK Trade Envoy untuk Indonesia dan ASEAN Naz Shah mengapresiasi penyelenggaraan pameran tersebut dan menilai pertukaran budaya melalui seni dapat memperkuat rasa kebersamaan antarnegara.

Pameran tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat London. Dalam dua hari pertama penyelenggaraan, jumlah pengunjung tercatat mencapai lebih dari 300 orang.

Selain menampilkan kain batik, pameran juga menghadirkan sesi diskusi dan lokakarya mengenai penggunaan batik dalam desain interior.

Baca juga : BKSAP DPR Desak PBB Perkuat Peran Parlemen Dalam Agenda Global

Adanya sosok seperti Lisa King menunjukkan peran penting diaspora dalam memperkenalkan budaya Indonesia ke panggung internasional. Melalui pengalaman lintas budaya yang mereka miliki, diaspora sering kali menjadi jembatan yang mampu menerjemahkan tradisi Indonesia ke dalam bahasa visual yang lebih mudah diterima publik global.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense