Dark/Light Mode

Dubes Daniel Blockert Pukul Gong, Buka Join Sweden Study And Career Day 2026

Senin, 20 April 2026 06:11 WIB
Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert (kedua kiri) bersama Dubes Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi (kiri) berbincang dengan para peserta pameran pendidikan Swedia  di Hotel Artotel, Jakarta, Sabtu (18/4/2026). (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)
Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert (kedua kiri) bersama Dubes Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi (kiri) berbincang dengan para peserta pameran pendidikan Swedia di Hotel Artotel, Jakarta, Sabtu (18/4/2026). (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert memukul gong, menandai dibukanya acara Join Sweden Study and Career Day 2026 di Hotel Artotel, Jakarta, Sabtu (18/4/2026). Ribuan orang antusias mencari informasi beasiswa dan peluang studi di Swedia.

Acara yang diselenggarakan Kedutaan Besar Swedia di Jakarta ini mempertemukan institusi pendidikan, mitra industri dan talenta muda untuk mengeksplorasi jalur studi, pelatihan dan karier di masa depan.

Antrean panjang terlihat di area pameran pendidikan Swedia ini. Ratusan pengunjung, didominasi mahasiswa dan lulusan muda, antusias menunggu giliran untuk berkonsultasi langsung dengan perwakilan universitas dan institusi yang hadir.

Dubes Blockert menegaskan, tingginya antusiasme ini sejalan dengan kebutuhan Swedia akan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Sebab, kolaborasi lintas negara menjadi hal mutlak dalam pengembangan kapasitas SDM.

“Tidak ada negara yang bisa menjadi inovatif jika hanya bergantung pada populasinya sendiri. Anda harus menarik keahlian, inspirasi dan pengetahuan dari seluruh dunia,” tegas Dubes Blockert.

Baca juga : Telkomsel Borong 5 Penghargaan Ookla Speedtest Awards 2026

Dia menjelaskan, Swedia konsisten berada di jajaran negara paling inovatif di dunia. Dalam berbagai peringkat global, Swedia hampir selalu menempati posisi tiga besar. Bahkan, pada tahun lalu berada di peringkat kedua setelah Swiss.

Meski demikian, menurutnya, posisi tersebut bukan persoalan besar. Kunci utama di balik capaian tersebut terletak pada kekuatan SDM yang menjadi aspek dengan nilai tertinggi bagi Swedia.

“Indonesia memiliki populasi muda yang ambisius. Universitas-universitas Anda sangat baik dan terus berkembang. Beberapa sudah mampu bersaing dengan uni-versitas terbaik dunia dan akan terus meningkat,” ungkapnya.

Dubes Blockert berharap semakin banyak mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di Swedia. Dan setelah mereka pulang, membawa kembali pengalaman dan pengetahuan untuk berkontribusi di Tanah Air.

“Universitas Swedia hadir di sini untuk berkolaborasi. Tidak hanya dalam menarik mahasiswa, tetapi juga dalam penelitian, pengembangan, serta membangun hubungan jangka panjang,” jelasnya.

Baca juga : Dubes Swedia Daniel Blockert Nikmati Camilan Khas Manado di Pujasera Blok M

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi juga hadir mendukung acara itu. Hal ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jembatan antara Indonesia dan Eropa.

“Ini gerbang bagi Anda menuju pendidikan kelas dunia, masa depan profesional yang cerah, serta persahabatan lintas negara yang akan bertahan lama,” ujar Dubes Chaibi.

Expo pendidikan Swiss ini menghadirkan booth dari Chalmers University of Technology di Gothenburg, KTH Royal Institute of Technology di Stockholm dan Lund University.

Hadir pula Stockholm University yang merupakan kampus almamater Dubes Blockert, Uppsala University, hingga World Maritime University di Malmo.

Kedubes Swedia juga bekerja sama dengan perusahaan dari Swedia yang sudah beroperasi di Indonesia. Di antaranya, IKEA, Ericsson, English First, hingga Volvo.

Baca juga : Dubes Daniel Blockert Kenalkan Tradisi Fika, Cara Sederhana Redakan Stres

Lebih dari 2.000 orang diperkirakan mengunjungi pameran pendidikan dan karier ini.

Banyak hal menarik saat acara Join Sweden Study and Career Day 2026 berlangsung. Salah satunya batik yang dipakai Dubes Swedia dan para staf Kedubes Swedia pada acara tersebut, adalah batik karya desainer dari Yogyakarta.

Desain tersebut juga diaplikasikan pada souvenir dari Kedubes Swedia. Desain ini memadukan simbol Indonesia seperti burung rangkong dan melati, dengan simbol Swedia seperti kuda khas dan bunga bluebell.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.