RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun menerima kunjungan Delegasi Muslim dari wilayah kerja Konsulat Jenderal China di Medan, Sumatera Utara, di Wisma Duta, Sabtu (16/5/2026).
Kunjungan delegasi itu merupakan program Konsulat Jenderal China di Medan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat saling pengertian dan persahabatan antarmasyarakat kedua negara.
Dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/5/2026), Dubes Djauhari mengatakan, hubungan budaya dan interaksi masyarakat kedua negara sebenarnya telah berlangsung sejak lama, bahkan sebelum era pelayaran Laksamana Cheng Ho.
“Hubungan antarmasyarakat menjadi fondasi utama relasi jangka panjang Indonesia dan China,” kata Dubes Djo, sapaan akrabnya.
Dia menambahkan, jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di China saat ini mendekati 20 ribu orang. Semakin banyak generasi muda Indonesia, termasuk dari latar belakang sekolah Islam dan pendidikan keagamaan, memilih melanjutkan studi di China.
Baca juga : BRN Matangkan Agenda Kunjungan Jokowi dan Konsolidasi di Lampung
“Sekarang banyak mahasiswa Indonesia bisa berbahasa Mandarin dengan lancar. Ini perkembangan yang sangat positif bagi hubungan kedua negara ke depan,” ujarnya.
China saat ini merupakan mitra dagang terbesar Indonesia di dunia dengan nilai perdagangan bilateral yang terus meningkat setiap tahun.
Dubes Djauhari membeberkan, nilai perdagangan kedua negara mencapai sekitar 167,8 miliar dolar AS.
“Angka itu jauh lebih besar dibandingkan perdagangan Indonesia dengan Eropa maupun Amerika Serikat,” terangnya.
Di bidang investasi, Dubes yang pernah ngepos di Rusia ini menyebut, China dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu sumber investasi terbesar bagi Indonesia.
Baca juga : Tavares Warning Persebaya: Jangan Remehkan Semen Padang
Menurutnya, selama masa tugasnya di Beijing, nilai investasi dari China daratan dan Hong Kong telah mencapai puluhan miliar dolar AS, dan berkontribusi besar terhadap pembangunan infrastruktur, industri, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dubes Djo menilai, hubungan Indonesia dan China yang terus berkembang, tidak terlepas dari hubungan baik antara para pemimpin kedua negara.
“Sejak masa Presiden Joko Widodo hingga Presiden Prabowo Subianto saat ini, hubungan para pemimpin kedua negara tetap terjalin dengan baik. Itu sangat penting bagi perkembangan kerja sama bilateral,” lanjutnya.
Dia juga menyinggung kerja sama kedua negara selama pandemi Covid-19. Menurutnya, dukungan vaksin dan bantuan penanganan pandemi dari China memberikan kontribusi penting bagi Indonesia pada masa krisis kesehatan tersebut.
Pada kesempatan itu, kepala rombongan Delegasi Muslim wilayah kerja Konjen China di Medan sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara Maratua Simanjuntak mengatakan, kunjungan ke Kedutaan Besar RI di Beijing membuat rombongan merasa seperti pulang ke rumah sendiri.
Baca juga : Dubes Djauhari Oratmangun Coba Transaksi Pakai QRIS Di Beijing
Menurutnya, kunjungan tersebut juga membuat delegasi semakin memahami pencapaian China di bidang pembangunan nasional, tata kelola sosial dan perkembangan ekonomi, sekaligus melihat semakin eratnya kerja sama Indonesia dan China dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami berharap hubungan Indonesia dan China terus berkembang dengan baik dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” harapnya.
Selain bertemu Dubes Djo, delegasi tersebut mengunjungi Museum Partai Komunis China (PKC) di Beijing. Mereka melihat langsung arsip sejarah, dokumentasi visual, serta perjalanan China dalam berbagai periode. Mulai dari revolusi, pembangunan nasional, reformasi dan keterbukaan, hingga modernisasi negara.
Delegasi juga mempelajari pencapaian Negeri Tirai Bambu itu dalam pengentasan kemiskinan, inovasi teknologi, pembangunan infrastruktur, dan perkembangan sosial.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.