RM.id Rakyat Merdeka - Kedutaan Bersa Republik Indonesia (KBRI) di Nairobi, Kenya berkolaborasi dengan Daystar University (Kenya), Universitas Padjajaran dan President University (Indonesia) telah menyelenggarakan Youth-to-Youth Dialogue Indonesia-Kenya, dengan tema: ”Bridging Indonesia and Kenya through Youth Leadership for Global Impact”, di KBRI Nairobi (22/5/2026).
Acara diskusi panel antar mahasiswa ini diawali dengan sambutan dari Duta Besar (Dubes) RI untuk Kenya Witjaksono Adji, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Program Pendidikan Peace and International Studies, Daystar University, Prof. Justus Musya.
Acara itu melibatkan lebih dari 150 peserta dari Daystar University, dan berbagai Perguruan Tinggi di Nairobi, serta jurnalis media massa Kenya, yang hadir secara luring (hadir fisik). Kegiatan juga diikuti dengan partisipasi aktif sekitar 200 peserta dari berbagai Universitas di Indonesia dan Kenya secara daring (online).
Dalam sambutannya, Dubes Witjaksono Adji menyampaikan bahwa di era digital dan saling terhubung ini, kaum muda telah menjadi bagian dari pembentuk ide, pembangun jaringan, dan turut berkontribusi pada perubahan yang lebih baik. Sehingga, keterlibatan kaum muda merupakan bentuk nyata, bukan sekedar konsep abstrak.
Baca juga : Teknologi Backfilling Dinilai Cocok Diterapkan di Indonesia
"Dengan bertemu, bertukar pikiran, dan berdialog dalam kegiatan kali ini, kaum muda dari kedua bangsa ini diharapkan dapat saling menemukan dan belajar hal-hal baru, yang pada akhirnya dapat membentuk saling pengertian, dan semakin mempererat people-to-people contact," katanya.
"Namun, dialog ini bukan merupakan akhir, melainkan awal dari membangun saling pengertian, dan kerja sama praktis di masa mendatang," imbuhnya.
Dalam pidatonya, Prof. Justus Musya menyampaikan pentingnya diplomasi dalam relasi antar negara, termasuk antara Indonesia dan Kenya, yang sesuai dengan perkembangan zaman, menjadi lintas batas dan lintas generasi.
Indonesia dan Kenya telah memiliki beragam bentuk kolaborasi. Kegiatan ini juga diharapkan dapat diarahkan menuju interaksi generasi muda lintas batas untuk membentuk relasi yang inovatif, inventif, saling menghargai, dan damai.
Baca juga : 64 Klub dari 38 Provinsi Ambil Bagian Di Pentas Piala Presiden
Raden Wisnu Lombardwinanto, Minister Counsellor KBRI Nairobi menambahkan, forum diskusi ini membahas isu kekinian, dan mendorong pemikiran yang positif, serta membantu kaum muda untuk mempersiapkan diri.
"Bukan hanya sebagai generasi penerus, tetapi sebagai ‘aktor utama’ untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia, Kenya, dan Global,” pungkasnya.
Dialog yang berbentuk diskusi panel ini dimoderatori oleh Endang Septryani Sari, Sekretaris Pertama Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Nairobi, menghadirkan para pembicara dari para mahasiswa/i.
Dari Kenya, panelis berasal dari jurusan Peace and International Studies, Daystar University, yaitu: Diana Gesare Makori, dan Dalmas Bukaso Atsowa. Sedangkan dari Indonesia, panelis berasal dari dua mahasiswi magang di KBRI Nairobi, yakni: Alisha Nailah Kusnandar dari Universitas Padjajaran, dan Refa Fresy Cinta Betah dari President University.
Baca juga : PPI Kanto Dan APO Bahas Cara Kejar Ekonomi Indonesia 8 Persen
Keempat panelis ini mengelaborasi diskusi seputar tiga pilar topik, yakni: ‘how youth awareness can become agency; how values can be translated into action; and how young people can build meaningful connections beyond borders’.
Selain pemaparan ide dan gagasan, diskusi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, baik dari para peserta yang hadir secara luring, maupun secara daring.
Para peserta diskusi yang hadir secara luring kemudian menyatakan komitmen mereka untuk menjadi awal perubahan dengan itikad dan tindakan tertentu. Komitmen ini dinyatakan dengan menempelkan pernyataan awal aksi perubahan pada pohon harapan komitmen (Commitment of Hope).
Seluruh peserta kegiatan mengapresiasi penyelenggaraan Youth-to-Youth Dialogue ini, dan berharap untuk dapat terus dilaksanakan secara reguler, serta menjadi insipirasi pelaksanaan kegiatan serupa, baik di Kenya, maupun di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.