RM.id Rakyat Merdeka - Ratusan anak muda India, yang mayoritas generasi Z (Gen Z), menggelar aksi protes di New Delhi, India, pada Sabtu (7/6/2026). Mereka menuntut Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mengundurkan diri setelah serangkaian masalah dalam sistem pendidikan.
Melansir Al Jazeera, Kebocoran soal ujian dan dugaan kesalahan penilaian hasil ujian sekolah menjadi isu yang dituntut Cockroach Janata Party (CJP) atau Partai rakyat Kecoak. Aksi ini dikenal sebagai gerakan satir yang lahir di media sosial dan kini berkembang menjadi gerakan protes nyata.
Nama Partai Kecoak muncul setelah pernyataan Ketua Mahkamah Agung India bulan lalu dianggap menyamakan generasi muda dengan kecoak.
Pernyataan pejabat India yang semena-mena itu menggugah seorang lulusan universitas di Amerika Serikat (AS) Abhijeet Dipke. “Bagaimana jika semua kecoak bersatu?” kata Dipke di X.
Unggahan tersebut menjadi viral dan mendapat sambutan besar dari kalangan muda India. Akun media sosial gerakan itu bahkan berhasil mengumpulkan lebih dari 22 juta pengikut.
Banyak peserta aksi kecewa terhadap Pemerintah karena dianggap gagal menjaga integritas sistem pendidikan. Salah satunya Saurav Kushwaha (17), siswa dari negara bagian Madhya Pradesh yang baru menyelesaikan ujian akhir sekolah menengah.
Baca juga : Wamen Fajar: Mutu Pendidikan Harus Dibangun Lewat Deep Learning
Menurutnya, berbagai masalah dalam pelaksanaan ujian membuat banyak siswa kehilangan kepercayaan terhadap sistem pendidikan.
“Kami merasa Pemerintah tidak peduli terhadap masa depan kami,” katanya, saat mengikuti demonstrasi.
Kemarahan semakin meningkat setelah ujian masuk kedokteran nasional dibatalkan akibat kebocoran soal. Para siswa menilai, kejadian serupa terus berulang hampir setiap tahun tanpa ada pejabat yang dimintai pertanggungjawaban.
Dalam aksi tersebut, para demonstran berkumpul di kawasan Jantar Mantar, lokasi yang biasa digunakan untuk demonstrasi di New Delhi. Dipke, yang kini menjadi tokoh utama gerakan tersebut, menyampaikan tuntutan utama mereka.
“Pesan kami sederhana. Menteri Pendidikan harus mengundurkan diri. Jika tidak, kami akan terus bertahan di sini,” ujarnya di hadapan massa.
Banyak peserta aksi datang mengenakan topeng berbentuk kecoak sebagai simbol perlawanan. Mereka juga membawa buku dan bunga sebagai bentuk protes damai.
Kritik Modi
Baca juga : Hari Lingkungan Hidup 2026, Menteri LH Jumhur Gaungkan Gerakan ASRI
Gerakan ini juga mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan sebagian generasi muda terhadap Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi.
Sejumlah aktivis dan kelompok oposisi menilai, Pemerintah semakin keras terhadap kritik dan perbedaan pendapat. Namun, Pemerintah Modi membantah tuduhan tersebut dan menyatakan semua tindakan dilakukan sesuai hukum dan konstitusi.
Dalam pidatonya, Dipke mengatakan, banyak warga India merasa takut menyampaikan kritik terhadap Pemerintah.
“Setiap ibu di negara ini khawatir anaknya bisa ditangkap hanya karena berbicara tentang politik atau mengkritik pemerintah,” tuturnya.
Aksi tersebut tidak hanya diikuti pelajar dan mahasiswa. Mohammad Aftab (28), seorang pekerja pengantar barang di Delhi, juga ikut bergabung meski harus kehilangan penghasilan sehari-hari.
“Saya tidak bisa menyelesaikan sekolah karena masalah ekonomi. Tapi saya tahu banyak siswa telah bekerja keras untuk masa depan mereka. Karena itu saya ingin mendukung mereka,” tegasnya.
Baca juga : Pemerataan Pendidikan, Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Sorong
Menariknya, seorang polisi wanita yang bertugas mengamankan demonstrasi memahami kekhawatiran para peserta aksi. Dia mengatakan, putrinya ikut dalam demonstrasi tersebut.
“Anak-anak ini sedang memperjuangkan masa depan mereka. Sebagai orang tua, saya juga khawatir. Ada saatnya seseorang memang harus turun ke jalan untuk menyuarakan pendapatnya,” kata sang polisi.
Hingga saat ini, Pemerintah India belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan para demonstran. Namun aksi tersebut menunjukkan bahwa ketidakpuasan generasi muda terhadap masalah pendidikan, mulai berubah menjadi gerakan politik yang lebih besar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.