Dark/Light Mode

Sinergikan Dunia Pendidikan Dan Industri

Pemerintah Tingkatkan SDM Vokasi Siap Kerja

Rabu, 20 Mei 2026 06:30 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/5). Foto: Dok. Kemenperin
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/5). Foto: Dok. Kemenperin

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus memperkuat pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) industri guna meningkatkan daya saing sektor manufaktur nasional.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pendidikan vokasi berbasis industri. Hal ini dilakukan agar lulusan yang dihasilkan lebih adaptif dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sektor industri manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca juga : OJK Wanti-wanti Bank Jaga Manajemen Risiko

Menurut dia, kinerja tersebut tercermin dari kontribusi industri pengolahan sebesar 19,07 persen terhadap PDB pada triwulan I-2026. Sektor ini juga tumbuh 5,04 persen secara year on year (yoy) dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar dengan kontribusi 1,03 persen.

“Pemerintah terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan industri manufaktur nasional. Salah satu kuncinya adalah menyiapkan SDM industri yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu bersaing di tingkat global,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menurut Agus, untuk memenangkan persaingan di pasar internasional diperlukan efisiensi produksi dan penguasaan teknologi modern yang didukung tenaga kerja terampil dan kompeten.

Baca juga : Layanan Dukcapil Di Hari Libur Perlu Dipermanenkan

Karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat pendidikan vokasi industri melalui unit pendidikan di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BPSDMI menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, baik dari dalam maupun luar negeri. Termasuk Pemerintah Swiss, Kementerian Pariwisata, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kolaborasi itu diwujudkan melalui sosialisasi aplikasi Industrial-Based Curriculum (IBC).

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menjelaskan, penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing sektor manufaktur nasional.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.