BREAKING NEWS
 

Kerja Sama Dengan Thailand & Kamboja

FBI Gempur Sindikat Siber Di Asia Tenggara

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 11 Juni 2026 06:35 WIB
Wakil Direktur FBI Andrew Bailey. (Foto Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di era yang serba canggih dan bergerak cepat, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) bertekad memberantas sindikat kejahtan siber, jaringan narkotika lintas negara hingga penipuan daring/online

Dalam konferensi pers virtual di sela pertemuan The 26th FBI Na¬tional Academy Associates Asia-Pacific Chapter di Thailand, Rabu (10/6/2026), Wakil Direktur FBI Andrew Bailey mengatakan, kawasan Asia, khususnya di Asia Tenggara, menjadi sarang kejahatan siber yang cukup padat. 

“FBI dengan rekan-rekan kami dari berbagai negara sahabat siap mencabut sumber kejahatan ini sampai ke akarnya,” ujar Bailey. 

Menurutnya, keterlibatan FBI dalam membantu menyisir keja¬hatan di kawasan Asia Tenggara dapat memberi kemudahan dalam menciptakan stabilitas regional. 

“Kami tidak hanya peduli dengan keamanan negara saja. Kami juga berkomitmen memastikan kejahatan global musnah sebelum kejahatan itu bisa sampai di tanah Amerika,” tegasnya. 

Dia menyebut, klaim ini sejalan dengan janji Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat mengucapkan sumpah sebagai Presiden.

“Saat itu Presiden Trump menegaskan akan fokus pada keamanan Amerika. Namun, kebijakan America First bukan berarti hanya mengurusi AS saja,” bebernya. 

Baca juga : Qatar Kecam Keras Serangan Rudal Iran di Kota Industri Ras Laffan

Dia mengatakan, di bawah kepemimpinan Trump, AS akan memastikan semua jenis kejahatan, utamanya kejahatan siber bisa dimusnahkan, sebelum menulari Negeri Paman Sam. 

“Saya mencatat ada tiga ancaman paling signifikan yang dihadapi dunia saat ini. Kelompok penipuan skala besar, ekstremisme dan perdagangan narkotika trans-nasional,” beber Bailey. 

Dia mencontohkan kejahatan penipuan online di Kamboja dan Thailand, yang terbukti sudah menelan banyak korban di Asia Tenggara. 

“Ancaman seperti ini bisa sekali masuk ke AS. Lihat dampaknya di Asia Tenggara. Besar sekali dan bahaya,” ungkapnya. 

Penipuan seperti judi, yang dulunya dilakukan di tempat-tempat tersembunyi dan dalam skala kecil, lanjut Bailey, kini berubah menjadi skala masif. 

Adsense

“Mereka memanfaatkan kecanggihan teknologi dan terbukti menghasillan pendapatan miliaran dolar dalam satu kali operasi penipuan,” ucapnya. 

Kejahatan kekerasan dari tindak ektrimisme juga sangat mudah menyebar secara daring. Bailey mencatat, makin banyak postingan berbau ekstrimisme tersebar di media sosial. 

Baca juga : Ustaz Khalid Basalamah: Jangan Gampang Hujat Pemerintah, Lihat Sisi Positifnya

“Hal seperti ini perlu kerja sama banyak pihak untuk menghentikan paham ektrimisme menyebar luas. Di sini FBI hadir membantu,” tuturnya. 

Pasukan anti terorisme ciptaan Presiden Trump, sambung Bailey, siap membantu semua rekan dari negara sahabat. “Kami akan menciptakan perdamaian bersama anda semua,” janjinya. 

Disinggung bagaimana FBI berkoordinasi di lapangan dengan penegak hukum regional untuk memerangi kasus seperti pencucian uang dan penipuan online, Bailey menjamin krunya sudah banyak berkolaborasi dengan pasukan keamanan di berbagai negara. 

“Atase penegak hukum kami di kantor-kantor perwakilan AS sangat terlibat dengan penegak hukum lokal dan lembaga pemerintah lonal untuk mengumpulkan dan berbagi intelijen,” terangnya. 

Salah satu operasi terbaru yang melibatkan FBI dilakukan bersama Departemen Kepolisian Dubai, Kepolisian Thailand dan Kementerian Keamanan Publik China.

Operasi itu menghasilkan penangkapan 276 orang serta pembongkaran sedikitnya sembilan pusat penipuan yang menjalankan skema penipuan investasi mata uang kripto

Dia mencontohkan di Thailand, pada Mei 2026, FBI dan kepolisian Bangkok berhasil menciduk tersangka penipuan daring dan menahan lebih dari 63 orang dari latar belakang sejumlah negara. 

Baca juga : Amrik Galang Kekuatan Militer Di Timur Tengah

Dia juga menyebut keberhasilan Pemerintah Kamboja dalam memberantas penipuan daring. Organisasi perwakilan FBI, lanjutnya, sudah berkolaborasi dengan Commission for Combating Online Scams in Cambodia (CCOS).

CCOS telah memberikan akses yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada FBI untuk meninjau langsung kompleks-kompleks penipuan yang telah digerebek aparat Kamboja. 

Bailey menjelaskan, FBI akan terus memanfaatkan hubungan dengan CCOS untuk memperkuat pertukaran informasi. 

“Kami juga mendorong Pemerintah Kamboja meningkatkan intensitas operasi terhadap pusat-pusat penipuan yang masih beroperasi di negara tersebut,” pungkasnya. 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense