RM.id Rakyat Merdeka - Deretan layar digital menyala terang di tengah ramainya London Olympia, Inggris, dalam ajang London Tech Week 2026, Senin (8/6/2026). Di booth 420, untuk pertama kalinya Indonesia hadir dengan paviliun khusus yang menampilkan inovasi para startup Tanah Air di panggung teknologi internasional.
Paviliun Indonesia menjadi rumah bagi enam startup yang membawa beragam solusi di¬gital. Mulai dari teknologi kesehatan (healthtech), platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial intelligence/AI), hingga inovasi yang mendukung pengembangan kota pintar atau smart city.
Duta Besar Indonesia (Dubes RI) untuk Inggris Desra Percaya antusias menyapa para pelaku startup. Menurutnya, partisipasi Indonesia di London Tech Week adalah wujud keseriusan Indonesia dalam membangun ekonomi berbasis inovasi.
Baca juga : Bersiap Sambut Jokowi, PSI Lampung: Masyarakat Sangat Merindukan Beliau
“Peran startup penting dalam memperkuat perekonomian Indonesia melalui peningkatan riset dan pengembangan serta ekonomi digital,” ujarnya.
Dubes Desra secara resmi membuka Paviliun Indonesia pada 8 Juni 2026. Dia didampingi Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah.
Edwin menjelaskan, Indonesia kini bukan hanya sebagai pasar teknologi yang besar, tetapi juga sebagai pencipta inovasi.
Baca juga : Dubes Muhsin Syihab Umumkan Fasilitas eTA Bagi WNI
“Ini langkah untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bukan hanya pasar bagi teknologi, tetapi juga memiliki talenta-talenta unggul, inovasi yang baik dan kesiapan untuk menghadapi perkembangan ekonomi masa depan,” kata Edwin.
Sesekali, Dubes Desra terlihat berbincang hangat dengan para founder startup yang menjelaskan inovasi mereka. Dia mendengarkan penjelasan mengenai produk yang dikembangkan. Dia bangga dapat melihat langsung bagaimana teknologi buatan anak bangsa yang mulai menarik perhatian pengunjung internasional.
Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 2.400 startup dan menjadi ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Nilai ekonomi digital Indonesia bahkan telah melampaui 90 miliar dolar AS (sekitar Rp 1,5 kuadriliun) pada 2024 dan diproyeksikan mencapai 200 hingga 300 miliar dolar AS (Rp 3,4 - Rp 5,1 kuadriliun) pada 2030.
Baca juga : Tugu Insurance Salurkan 40 Kaki Palsu Bagi Korban Kecelakaan
Selama London Tech Week berlangsung, berbagai agenda lanjutan telah disiapkan. Pada 9 Juni, startup Indonesia dijad¬walkan melakukan pitching dan mengikuti sesi masterclass bersama investor, pendiri perusahaan, serta pemimpin ekosistem teknologi Inggris.
Sementara pada 10 Juni kemarin, Indonesia kembali tampil dalam rangkaian Fringe Event London Tech Week dengan mengangkat tema "pertumbuhan AI dan pengembangan talenta digital" melalui diskusi panel dan fireside chat.
Di tengah persaingan teknologi global yang semakin ketat, kehadiran Paviliun Indonesia untuk pertama kalinya di London Tech Week menjadi penanda bahwa inovasi digital buatan anak bangsa semakin percaya diri melangkah ke panggung dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.