BREAKING NEWS
 

Selamat, Usai Tujuh Hari Hilang Di Laut

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 11 Juni 2026 07:36 WIB
Qin (39) dirawat di rumah sakit. (Foto via SCMP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengalaman ini mungkin tidak akan pernah dilupakan pria asal Guangxi Zhuang, China, bernama Qin (39). Dia berhasil selamat setelah terombang-ambing di laut selama tujuh hari. 

Melansir South China Morning Post (SCMP), Qin sedang berwisata di pantai di Haikou, Provinsi Hainan pada 27 Mei 2026. Namun, ombak besar menyeretnya ke laut. 

Pria itu tidak pernah berenang di laut sebelumnya. Tentu saja, dia juga tidak membawa alat keselamatan. Dia tak mampu melawan arus yang membawanya semakin jauh ke tengah perairan.

Situasi makin sulit. Ponselnya hilang, sehingga dia tidak bisa meminta bantuan. Namun, dia bertekad untuk tetap hidup.

“Saat berada di laut, saya terus mengatakan kepada diri sendiri bahwa saya tidak boleh mati tanpa diketahui siapa pun,” kata Qin. 

Baca juga : Saddil Ramdani Siap Tempur Hadapi Oman di SUGBK

Agar lebih mudah mengapung, Qin melepas celana, sepatu, jam tangan dan cincin yang dikenakannya. Keesokan harinya, dia menemukan sebuah pelampung dan menjadikannya tempat bertahan hidup selama berhari-hari.

Pada hari ketiga, Qin menyadari berada di Selat Qiongzhou karena melihat banyak kapal feri melintas. Namun, tidak ada yang melihat atau menyadari keberadaannya.

Hari keempat dan kelima menjadi masa paling berat. Rasa lapar yang luar biasa memaksanya memakan sekitar 80 kepiting kecil mentah. Kondisi fisiknya terus menurun, bahkan membuatnya mengalami halusinasi.

Adsense

Harapan baru datang pada hari ketujuh. Dua nelayan dari Kabupaten Chengmai menemukannya masih bertahan di atas pelampung.

Para nelayan mengulurkan sebatang kayu untuk menolongnya. Qin yang sedang mengigau mengira benda itu adalah kusen pintu rumah dan teman-temannya sedang mengajaknya makan bersama.

Baca juga : Ketika Empati Hilang

Setelah dievakuasi, para nelayan langsung membersihkan tubuh Qin, memberinya pakaian kering dan air minum. Mereka juga terus mengajaknya berbicara selama perjalanan menuju daratan agar dia tetap sadar.

Ketika tiba di rumah sakit, dokter menemukan Qin mengalami dehidrasi parah. Sebagian besar kulitnya juga mengalami luka dan infeksi akibat terlalu lama terpapar sinar matahari.

Dokter Chen Boyi yang menangani Qin mengatakan, sistem pencernaan pasien mengalami peradangan. Kemungkinan akibat mengonsumsi kepiting mentah.

“Jika dia tidak memakan kepiting-kepiting itu, kemungkinan besar dia tidak akan selamat,” kata Chen. 

Kini kondisi Qin dilaporkan stabil. Dia menjalani pemulihan di rumah sakit. Qin mengaku ingin menemui dua nelayan yang menyelamatkannya setelah pulih nanti. 

Baca juga : Sarwendah, Kesal Difitnah Persugihan Di Gunung Kawi

“Setelah sembuh, saya pasti akan mengunjungi mereka dan berterima kasih karena telah menyelamatkan hidup saya,” pungkasnya.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense