RM.id Rakyat Merdeka - Warga Lebanon selatan berbondong-bondong kembali ke kampung halaman mereka yang luluh lantak pada Selasa (16/6/2026), menyusul tercapainya kerangka awal kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Meski disambut puing-puing reruntuhan, keinginan warga untuk pulang tidak terbendung.
Fadl Nasser memacu sepeda motornya menuju Ain Baal, kampung halamannya yang telah lama ditinggalkan. Begitu mendengar kabar tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang diumumkan pada 14–15 Juni 2026, Nasser tidak menunggu lama untuk pulang.
Penandatanganan resmi kesepakatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Swiss pada 19 Juni 2026.
Nasser merupakan satu dari sekitar 1,2 juta warga Lebanon yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat invasi Israel ke Lebanon selatan. Selama mengungsi, dia tinggal di penampungan darurat di sebuah sekolah di Sidon, sekitar 44 kilometer dari kampung halamannya di distrik Tyre.
Kini, bersama ribuan warga lainnya, Nasser kembali ke wilayah yang selama berbulan-bulan menjadi sasaran serangan udara Israel. Pemandangan yang menyambut mereka adalah rumah-rumah hancur, bangunan sipil rusak berat, dan sejumlah desa di Lebanon selatan nyaris rata dengan tanah.
Kota-kota padat penduduk seperti Tyre dan Nabatieh mengalami kerusakan parah akibat pemboman yang berlangsung sejak awal Maret lalu.
Baca juga : Manohara, Lagi Sibuk Selamatkan Satwa Langka
Di Deir Qanoun En-Nahr, distrik Tyre, Mohammad Hariri berdiri di depan rumah keluarganya yang telah berubah menjadi reruntuhan. Namun, bagi Hariri, kehilangan bangunan bukanlah luka terdalam.
“Kehilangan orang-orang tercinta jauh lebih berat daripada kehilangan bangunan,” ujarnya.
Hariri terdiam sambil menatap puing-puing rumahnya. Putra dan keponakannya tewas dalam serangan udara Israel. Kini, dia berusaha menerima kenyataan bahwa membangun kembali kehidupan akan jauh lebih sulit dibanding membangun kembali tembok yang runtuh.
Sebagian keluarga yang kembali memilih tinggal sementara bersama kerabat karena rumah mereka sudah tidak layak dihuni.
Peringatan Pemerintah
Pemerintah Lebanon dan militer telah memperingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru kembali ke desa-desa perbatasan hingga situasi keamanan benar-benar membaik.
Baca juga : IHSG-Rupiah Terus Menguat. Kepercayaan Investor Ke RI Semakin Tinggi
Namun, peringatan tersebut tidak mampu menahan keinginan banyak orang untuk pulang.
Bagi mereka yang selama berbulan-bulan hidup di tenda atau bahkan di dalam mobil, rumah tetap menjadi tujuan utama, meski yang tersisa hanyalah puing-puing.
Di tengah arus kepulangan tersebut, bayang-bayang konflik belum sepenuhnya hilang. Pasukan Israel masih menduduki hampir 20 persen wilayah Lebanon dan menyatakan tidak akan menarik diri dari kawasan selatan yang mereka sebut sebagai zona penyangga.
Situasi keamanan pun masih rapuh. Pada hari yang sama ketika warga mulai kembali, media Pemerintah Lebanon melaporkan sebuah serangan drone Israel terhadap sebuah mobil di Lebanon selatan yang menewaskan seorang pengemudi.
Pejabat AS menekankan bahwa Lebanon tidak secara otomatis termasuk dalam kesepakatan AS dan Iran. Sedangkan Iran menegaskan, isu Lebanon adalah bagian penting dari kesepakatan.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyatakan, kesepakatan ini berkaitan erat dengan konflik regional, termasuk Lebanon.
Baca juga : Dihadiri 1 Menteri, 1 Kepala Badan, 1 Wamen, Diskusi Di UGM Ricuh
Araghchi menegaskan, pendudukan Israel yang berkelanjutan di Lebanon selatan akan melanggar kesepakatan tersebut.
“Tanpa penarikan pasukan Israel dari wilayah yang mereka duduki selama perang ini, perang belum sepenuhnya berakhir,” tegas Araghchi, mengutip Associated Press (AP) News.
Selain itu, kesepakatan juga mencakup gencatan senjata secara menyeluruh, pembukaan Selat Hormuz, isu nuklir Iran, pelonggaran sanksi, dan ekonomi.
Kesepakatan AS dan Iran ini masih berupa kerangka awal. Kedua belah pihak akan melanjutkan negosiasi detail selama 12 bulan ke depan. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 18 Juni 2026 dengan judul "AS-Iran Sepakat Damai Warga Lebanon Pulang, Disambut Rumah Hancur"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.