Sebelumnya
Sebelumnya, Trump mengakui, risiko krisis ekonomi global menjadi salah satu alasan utama di balik keputusannya mengakhiri perang yang dimulai akhir Februari lalu. "Eskalasi konflik dapat memicu depresi ekonomi internasional," katanya di depan pemimpin negara-negara anggota Group 7 di Perancis di Evian-les-Bains, Prancis dilansir kantor berita Reuters, Kamis (18/6/2026).
Ditambahkan Trump, dokumen perjanjian damai juga memuat rencana program pembangunan Iran senilai 300 miliar dollar AS atau sekitar Rp 5.328 triliun.
Trump menegaskan, dana tersebut bukan berasal dari Pemerintah AS dan hanya dapat dinikmati Iran apabila mematuhi isi kesepakatan. Trump juga membuka kemungkinan pengembalian aset-aset Iran yang selama ini dibekukan negaranya. "Langkah ini diperlukan untuk menjaga kepercayaan global terhadap dollar AS," katanya.
Baca juga : Brazil Vs Haiti, Menang Atau Tersingkir
Dalam kesempatan itu, Trump juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin karena menjaga netralitas selama AS perang dengan Iran.
"Saya hanya ingin berterima kasih kepada mereka karena mereka membuat keadaan jauh lebih baik," kata Trump.
Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif, salah satu mediator utama konflik AS-Iran menyatakan, Teheran segera membuka kembali Selat Hormuz dan blokade AS terhadap pelabuhan Iran secepatnya berakhir.
Baca juga : Landis Makkah Hadir Jadi Keluarga Para Lansia
"Memorandum tersebut akan berlaku segera dan sebagai langkah pertama, Republik Islam Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz dan Amerika Serikat akan segera mencabut blokade angkatan laut," tulis Sharif di media sosial X, dilansir kantor Al Arabiya, Kamis (18/6/2026).
Dia juga mengkonfirmasi, Pakistan, dengan dukungan Qatar, akan menyelenggarakan seremoni di Swiss Jumat (19/6/2026) untuk menghormati peristiwa penting ini dan memulai pembicaraan tingkat teknis. Sementara itu, harga minyak dunia langsung anjlok, Kamis (18/6/2026). Sekitar pukul 06.25 GMT, harga minyak mentah utama AS, West Texas Intermediate turun 3,4 persen menjadi 74,18 dolar AS per barel.
Sementara patokan internasional minyak mentah Brent North Sea turun 3,02 persen menjadi 77,15 dolar AS per barel.
Baca juga : Periksa Bos Maktour, KPK Telusuri Aliran Dana Kasus Kuota Haji Tambahan
Namun, kesepakatan antara AS dan Iran menuai kritik keras dari sejumlah politisi Partai Republik yang mendukung operasi militer AS terhadap Iran. Senator Texas, Ted Cruz menilai, pemberian keringanan ekonomi kepada Iran langkah keliru.
Mantan Wakil Presiden AS Mike Pence mengkritik isi kesepakatan karena tak memuat ketentuan mengenai pembongkaran program senjata nuklir Iran secara terverifikasi. Senator Louisiana, Bill Cassidy, bahkan menyebut, kesepakatan ini salah satu kesalahan kebijakan luar negeri terbesar dalam beberapa dekade terakhir. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.