Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Pusat Dan Daerah Bersinergi
Sekolah Rakyat Dikebut, Ribuan Siswa Siap Belajar
Jumat, 19 Juni 2026 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan, pembangunan 93 gedung permanen Sekolah Rakyat telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026. Pada tahap ini, sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) menjadi faktor penting untuk menjamin kesiapan operasional sekolah.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, kolaborasi dengan Pemda diperlukan agar proses penerimaan peserta didik baru dan masa transisi menuju operasional sekolah dapat berjalan tanpa kendala.
Saat ini, sebanyak 48.975 bakal calon siswa telah terjangkau Program Sekolah Rakyat, melampaui kuota awal yang ditetapkan sebanyak 32.640 siswa.
“Karena gedung selesai bukan berarti sekolah siap. Ada tahap memindahkan siswa, menerima siswa baru, dan memastikan dukungan pada tahap awal. Untuk itu diperlukan kolaborasi dan koordinasi yang baik dengan daerah agar masa transisi ini bisa kita lalui dengan baik,” ujar Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/6/2026).
Menurut Gus Ipul, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius adalah ketersediaan tenaga pengajar dan tenaga kependidikan. Selain itu, proses pengumuman hingga penetapan siswa juga memerlukan koordinasi yang intensif dengan Pemda.
Baca juga : PKB Minta Sikap PDIP Jelas, Jangan Abu-abu!
“Bisa jadi di tempat yang baru kita masih mengalami kekurangan tenaga kependidikan. Makanya kita butuh bantuan dari daerah, guru-guru sementara untuk tahap awal ini,” katanya.
Menurutnya, pada tahun ajaran 2026/2027 jumlah Sekolah Rakyat yang ditargetkan beroperasi mencapai 178 unit. Jumlah tersebut terdiri atas 93 sekolah permanen, 77 sekolah rintisan tahun 2025, dan 8 sekolah rintisan baru tahun 2026.
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu juga mengungkapkan, dari total 48.975 anak yang telah terdata, mayoritas berasal dari kelompok masyarakat paling rentan. Sebanyak 85,8 persen merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH), sementara 77,6 persen berasal dari kelompok desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sebagian di antaranya bahkan anak-anak yang sebelumnya tidak pernah mengenyam pendidikan formal.
Gus Ipul mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama agar para siswa tidak hanya memperoleh akses pendidikan, tetapi juga mengalami perubahan perilaku dan peningkatan kualitas hidup.
Baca juga : Golkar Kalsel Matangkan Persiapan Pemilu 2029
“Yang kita lihat bukan hanya capaian akademik, tapi perubahan anak-anak ini. Mereka sekarang jauh lebih sehat, lebih disiplin, lebih percaya diri, dan punya harapan terhadap masa depan,” ungkapnya.
Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, Pemerintah segera menjalankan tujuh langkah percepatan. Mulai dari penetapan siswa, sosialisasi kepada masyarakat, hingga mobilisasi guru dan siswa. Dalam waktu yang semakin terbatas, kecepatan respons pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan program.
“Tujuh langkah ini sudah terkunci dalam jadwal. Yang bisa kita kendalikan adalah kecepatan respons pemda di setiap tahap,” ucapnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Boalemo Syafrudin Kadir Lamusu menyatakan kesiapan daerahnya menindaklanjuti arahan Kemensos.
Menurut dia, Program Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan infrastruktur pendidikan, melainkan bentuk intervensi sosial untuk memastikan anak-anak dari keluarga paling rentan tidak tertinggal dalam sistem pendidikan nasional.
Baca juga : KAI Bakal Akuisisi INKA & Hubungkan Rel Sumatera
“Kami akan menindaklanjuti proses transisi dari sekolah rintisan ke sekolah permanen melalui penerbitan SK transisi,” katanya. SSL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Jumat, 19 Juni 2026 dengan judul "Pemerintah Pusat Dan Daerah Bersinergi Sekolah Rakyat Dikebut, Ribuan Siswa Siap Belajar"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya