RM.id Rakyat Merdeka - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town bekerja sama dengan Pemerintah Kota Metropolitan Mangaung, Afrika Selatan, menggelar Indonesia-South Africa Business Meeting bertema Unlocking Opportunities Together, Kamis (18/6/2026). Acara tersebut dihadiri pelaku usaha, kamar dagang dan industri, serta asosiasi pengusaha dari Provinsi Free State.
Hadir pula Executive Mayor of Mangaung Metropolitan Municipality, Councillor Gregory Nthatisi. Dalam sambutannya, Nthatisi menyoroti kesamaan sejarah perjuangan antara Indonesia dan Mangaung. Menurutnya, Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan yang menjadi simbol keberanian dan perjuangan rakyat Indonesia. Sementara Free State memiliki posisi penting dalam sejarah perjuangan Afrika Selatan.
"Kesamaan nilai perjuangan, semangat persatuan, dan ketahanan menjadi fondasi kuat untuk membangun kemitraan yang lebih erat antara Mangaung dan Indonesia," ujarnya.
Ia juga menyampaikan optimismenya terhadap penguatan hubungan kedua pihak, termasuk melalui penjajakan kerja sama Sister City antara Mangaung dan Surabaya. Kerja sama itu diharapkan melahirkan berbagai proyek konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua daerah.
Baca juga : Silaturahmi Ke Solo, Didit Cium Tangan Jokowi
Pada kesempatan yang sama, Konsul Jenderal RI di Cape Town, Tudiono, mengatakan Indonesia dan Afrika Selatan memiliki peluang besar memperkuat kemitraan ekonomi di tengah perubahan lanskap ekonomi global yang berlangsung cepat. Menurutnya, diversifikasi pasar, restrukturisasi rantai pasok, dan kebutuhan akan mitra yang andal menjadi momentum baru bagi kedua negara untuk memperluas kerja sama yang saling menguntungkan.
"Pertemuan ini tidak hanya penting, tetapi juga sangat tepat waktu. Dunia sedang mengalami perubahan besar. Rantai pasok global sedang direkonfigurasi, pasar semakin beragam, dan negara-negara mencari mitra yang dapat diandalkan serta kerja sama ekonomi yang tangguh," kata Tudiono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/6/2026).
Tudiono menambahkan, Indonesia dan Afrika Selatan memiliki posisi strategis untuk memperdalam kerja sama sebagai anggota BRICS dan kekuatan ekonomi penting di kawasan masing-masing. Ia menjelaskan, Indonesia saat ini merupakan salah satu ekonomi paling dinamis di Asia dengan jumlah penduduk sekitar 286 juta jiwa, di mana hampir 68 persen berada pada usia produktif.
"Di tengah ketidakpastian global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan sekitar 5 persen dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.
Baca juga : Bertemu Menkeu China, Purbaya Perkuat Kerja Sama Pembiayaan Pembangunan
Menurut dia, kinerja investasi Indonesia juga terus meningkat. Pada 2025, realisasi investasi mencapai sekitar 106 miliar dolar AS, mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.
Selain itu, Pemerintah Indonesia saat ini tengah mendorong berbagai agenda transformasi ekonomi, antara lain penguatan ketahanan pangan dan energi, hilirisasi industri, transisi energi, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, serta pengembangan sumber daya manusia.
"Prioritas-prioritas tersebut membuka peluang yang sangat luas bagi investasi, transfer teknologi, dan kolaborasi bisnis internasional," katanya.
Hubungan ekonomi Indonesia dan Afrika Selatan juga menunjukkan tren positif. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya partisipasi perusahaan Indonesia dalam Africa Food Show 2026 di Cape Town. Tahun ini, sebanyak 12 perusahaan Indonesia ambil bagian, dua kali lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga : Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat dan kepercayaan dunia usaha Indonesia untuk memperluas pasar di Afrika Selatan maupun kawasan Afrika secara umum. Meski demikian, Tudiono menilai ruang untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara masih sangat besar.
"Yang terpenting, ekonomi Indonesia dan Free State memiliki karakter yang saling melengkapi," ujarnya.
Ia menjelaskan, Free State memiliki keunggulan di sektor pertanian, agroindustri, pertambangan, energi terbarukan, manufaktur, logistik, dan pariwisata. Sementara Indonesia memiliki pengalaman luas dalam pembangunan industri, pengolahan pangan, manajemen perkotaan, dan inovasi digital. Kombinasi kekuatan tersebut diyakini dapat menjadi fondasi kokoh bagi kerja sama yang saling menguntungkan, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat kedua pihak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.