Sebelumnya
Pernyataan Vance muncul setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan menolak isi nota kesepahaman damai antara AS dan Iran yang ditandatangani pada Kamis (18/6/2026).
Menurut laporan CNN, Netanyahu telah menyampaikan langsung kepada Trump bahwa Israel tidak akan mematuhi kesepakatan tersebut. Seorang pejabat Israel menyebut, Netanyahu meyakini Iran tidak akan bersedia membatasi program nuklirnya sehingga kesepakatan final dinilai sulit tercapai.
Sementara, Axios melaporkan seorang penasihat Netanyahu menegaskan Israel tidak menganggap dirinya terikat dengan poin kesepakatan yang mengatur situasi di Lebanon.
Baca juga : Belanda Vs Swedia, Duel Raksasa Eropa
Kritik juga datang dari kalangan keamanan Israel. Kepala Jerusalem Institute for Strategy and Security (JISS), Brigadir Jenderal Yossi Kuperwasser menilai, pemerintahan Trump memberikan konsesi terlalu besar kepada Iran.
Menurut dia, pencabutan sanksi dan dukungan ekonomi justru berpotensi memperkuat rezim Iran beserta kelompok-kelompok proksinya seperti Hizbullah dan Hamas.
Sebelumnya, Trump menyerukan, seluruh pihak di Timur Tengah menjaga komitmen terhadap proses perdamaian. Melalui Truth Social, Trump mengatakan, AS mengharapkan gencatan senjata menyeluruh, termasuk antara Israel dan Hizbullah di Lebanon, agar negosiasi dengan Iran dapat berjalan lancar.
Baca juga : Cahaya Jabal Nur Menghidupkan Kenangan Kenabian
Di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis, Trump juga sempat mengingatkan Israel agar tidak mengabaikan peran Washington. "Tanpa Amerika Serikat, tidak akan ada Israel. Tanpa saya, tidak akan ada Israel," ujar Trump.
Ia juga mengkritik serangan udara Israel di Lebanon yang menurutnya telah menimbulkan terlalu banyak korban sipil dan meminta pemerintahan Netanyahu bertindak lebih bertanggung jawab.
Senada dikatakan China. Mereka meminta seluruh pihak, termasuk Israel, mendukung implementasi perjanjian damai tersebut.
Baca juga : Jual Titik SPPG Rp 100 Juta, Ketua Yayasan IFSR Jadi TSK Baru Kasus MBG
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan, semua pihak perlu mendorong stabilitas kawasan dan mendukung dimulainya negosiasi tahap berikutnya, bukan justru menghambat proses perdamaian. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.