BREAKING NEWS
 

Buntut Israel Masih Ngeyel, Selat Hormuz Kembali Ditutup

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Senin, 22 Juni 2026 07:50 WIB
Selat Hormuz kembali ditutup. (Foto: REUTERS/Stringer)

 Sebelumnya 
Menurut Vance, lalu lintas kapal tanker minyak justru meningkat tajam setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata. 

"Kemarin kami berhasil mengalirkan 16 juta barel minyak melalui Selat Hormuz. Itu merupakan rekor bahkan dibandingkan periode sebelum konflik dimulai," kata Vance dalam wawancara dengan Fox News

Serangan Israel ke Lebanon 

Diketahui, ada 32 orang dilaporkan tewas dalam gelombang serangan udara Israel yang menghantam Lebanon selatan dan wilayah Lembah Bekaa pada Sabtu (20/6/2026). Serangan itu terjadi hanya sehari setelah pengumuman gencatan senjata. 

Baca juga : Pulang Haji Masih Punya Utang, Nenek Sania Dapat Bantuan Pemerintah

Media Iran, Press TV, melaporkan Badan Pertahanan Sipil Lebanon mencatat sedikitnya 16 orang tewas dan 12 lainnya terluka akibat serangan udara di Distrik Nabatieh. Tim penyelamat masih melakukan evakuasi korban di tengah serangan yang terus berlangsung. 

Militer Lebanon mengonfirmasi seorang perwiranya turut tewas dalam serangan udara Israel di ruas jalan Kfar Rumman-Nabatieh. Dalam pernyataan resminya, militer Lebanon menilai serangan berulang tersebut bertujuan menghambat upaya pemulihan stabilitas negara. 

Di sisi lain, militer Israel menyatakan operasi itu dilakukan sebagai respons atas serangan proyektil yang menargetkan pasukannya di Lebanon selatan. Israel mengklaim sasaran serangan adalah posisi kelompok Hizbullah. 

Baca juga : Argentina Vs Austria, Magis Messi Dinanti Lagi

Namun, Hizbullah membantah tuduhan tersebut. Kelompok itu menyatakan pasukannya terlibat baku tembak dengan tentara Israel yang berusaha memasuki kawasan perbukitan strategis Ali Taher dan berhasil memukul mundur mereka. 

Di tengah meningkatnya ketegangan, AS dan Iran memulai perundingan tingkat teknis di Burgenstock, Swiss, pada Minggu (21/6/2026). Pertemuan itu merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani awal pekan ini dan bertujuan mewujudkan gencatan senjata permanen di berbagai front konflik, termasuk perbatasan Lebanon-Israel. 

Delegasi Iran dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Perundingan juga melibatkan mediator dari Pakistan dan Qatar. Sementara dari AS, diwakili Wapres JD Vance. 

Baca juga : KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar & Konsultan Visa

Vance menyampaikan optimisme terhadap proses negosiasi meski Iran mengklaim telah menutup Selat Hormuz. Kata dia, menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, bersama utusan khusus AS Steve Witkoff yang berada di Swiss, tengah menyelesaikan rincian teknis kesepakatan. "Pembicaraan berjalan dengan baik," ujar Vance. 

Sementara itu, penutupan Selat Hormuz berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap perdagangan energi global. 

Dilansir Reuters, pada penutupan perdagangan Jumat (19/6/2026), harga minyak mentah Brent naik 66 sen atau 0,53 persen menjadi 80,38 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 94 sen atau 1,23 persen menjadi 77,54 dolar AS per barel. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense