Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Duel dua tim yang sama-sama meraih kemenangan di laga pembuka bakal tersaji di Grup J Piala Dunia 2026. Argentina dan Austria akan saling bentrok di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Selasa (23/6/2026) pukul 00.00 WIB, demi memperebutkan status juara grup sekaligus tiket lebih awal ke babak 32 besar.
Argentina dan Austria sama-sama mengoleksi tiga poin setelah memenangi laga perdana. Tim Tango tampil meyakinkan dengan membungkam Aljazair tiga gol tanpa balas di Kansas City, sedangkan Austria mengalahkan Yordania 3-1.
Megabintang Lionel Messi kembali menjadi pusat perhatian. Pemain berusia 38 tahun itu memborong tiga gol ke gawang Aljazair dan berpeluang melewati rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia milik Miroslav Klose yang mengoleksi 16 gol.
Pelatih Lionel Scaloni diprediksi melakukan sejumlah perubahan komposisi pemain saat menghadapi Austria. Di lini depan, Julian Alvarez yang mengawali laga pertama dari bangku cadangan berpeluang menjadi starter mendampingi Messi.
Baca juga : KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar & Konsultan Visa
Di sektor pertahanan, Nahuel Molina diperkirakan menggantikan Gonzalo Montiel yang mengalami cedera. Nicolas Tagliafico juga berpotensi menjalani laga pertamanya di turnamen ini dengan mengisi pos bek kiri. Sementara di lini tengah, Thiago Almada bisa digantikan Nicolas Gonzalez atau Giuliano Simeone.
Scaloni mengaku tak mudah menentukan susunan pemain untuk laga melawan Austria. "Semua orang ingin bermain di lapangan, tetapi membangun tim butuh 11 pemain dan Anda mencari komposisi yang ideal. Tapi pelatih harus membuat keputusan," kata Scaloni dikutip Reuters.
Di kubu lawan, Austria datang dengan modal kemenangan meyakinkan atas Yordania. Namun, Marcel Sabitzer dan kawan-kawan dihadapkan pada ujian yang jauh lebih berat ketika menghadapi juara bertahan sekaligus salah satu kandidat kuat peraih gelar.
Konrad Laimer dan Nicolas Seiwald mengemban tugas penting memutus aliran bola Messi dan mengganggu ritme permainan Argentina di lini tengah. Tim asuhan Ralf Rangnick juga dituntut menjaga disiplin organisasi permainan karena diperkirakan akan berada di bawah tekanan sepanjang pertandingan.
Baca juga : Hendrawan Supratikno: Tergantung Kontribusi Dan Kinerja Gibran
Di lini belakang, pengalaman David Alaba menjadi kunci mengoordinasikan pertahanan Austria menghadapi gempuran Tim Tango. Sedangkan di lini depan, Marko Arnautovic bersama Romano Schmid diharapkan mampu menghadirkan ancaman lewat serangan balik cepat.
Laimer mengaku antusias menghadapi Argentina dan Lionel Messi. Menurutnya, tak ada yang mustahil dalam sepak bola.
"Argentina adalah juara dunia bertahan dan Messi pemain terbaik di dunia. Selalu menyenangkan bermain melawan pemain sekaliber itu," ujar Laimer dikutip dari laman FIFA.
Secara historis, kedua negara baru dua kali bertemu dalam laga persahabatan. Argentina menang telak 5-1 di Wina pada Mei 1980 dan bermain imbang 1-1 pada pertemuan kedua di Mei 1990.
Baca juga : Badaruddin Andi Picunang: Ajakan Konstruktif, Aspirasi Yang Sah
Pemenang laga ini dipastikan memuncaki klasemen Grup J sekaligus memastikan tiket lebih awal ke babak 32 besar. Namun, jika pertandingan berakhir imbang, persaingan di Grup J akan tetap terbuka dan memberi peluang bagi Yordania maupun Aljazair untuk bersaing hingga laga terakhir. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya