BREAKING NEWS
 

Pesawat Tempur AS Hilir Mudik di Selat Hormuz, Iran Geram

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : UJANG SUNDA
Minggu, 5 Juli 2026 08:19 WIB
Ilustrasi pesawat tempur dan drone AS hilir-mudik di atas Selat Hormuz yang membuat Iran geram. (Gambar dibuat dengan Gemini)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah proses negosiasi damai, pesawat tempur dan drone Amerika Serikat (AS) hilir-mudik di atas Selat Hormuz. Iran geram dan lancarkan peringatan keras ke AS.

"Militer Iran akan memberikan respons cepat dan tegas terhadap setiap campur tangan AS di Selat Hormuz," tulis Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, markas operasional gabungan militer Iran, seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat (3/7/2026).

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menegaskan, Selat Hormuz adalah wilayah kedaulatan Republik Islam Iran. Keamanan serta stabilitas jalur perairan strategis ini, merupakan garis merah bagi militer Iran.

Mereka menegaskan, tak akan ragu mengambil tindakan untuk menangkis setiap agresi dan pelanggaran oleh militer AS dan para sekutunya demi mempertahankan kedaulatannya atas Selat Hormuz.

Baca juga : Raja Juli Masuk Radar KPK

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menambahkan, semua kapal tanker minyak dan kapal komersial wajib menggunakan jalur navigasi yang ditetapkan Iran saat melintasi Selat Hormuz. Bagi kapal yang gagal mematuhi jalur atau protokol navigasi, akan menghadapi respons langsung dan tegas dari Angkatan Bersenjata Iran. "Dan berisiko membahayakan keamanan mereka sendiri," tegas pernyataan tersebut.

Menanggapi ultimatum ini, AS balik menggertak. Washington menegaskan menolak terhadap perubahan apa pun yang dilakukan Teheran di jalur perairan ini. Seperti penuturan sumber Al Arabiya, AS telah menyampaikan bahwa perubahan apa pun di Selat Hormuz, akan dianggap pelanggaran terhadap kesepakatan awal yang telah ditandatangani kedua negara.

Adsense

"Sikap dan pendekatan Iran terhadap situasi di Selat Hormuz adalah ujian pertama bagi komitmen negara itu terhadap kesepakatan yang ada," kata sumber itu, dilansir Al Arabiya, Jumat (3/7/2026).

AS, masih menurut sumber ini, terus memantau pergerakan Iran di jalur perairan vital itu. Washington juga mengancam, kemajuan apa pun terkait pencairan aset Iran yang dibekukan akan bergantung pada kepatuhan penuh mereka terhadap nota kesepahaman.

Baca juga : APBN Sehat, Ekonomi Tidak Menuju Krisis

Iran dan AS telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pertengahan Juni lalu, yang mengatur soal gencatan senjata yang disepakati selama 60 hari, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran, dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Negosiasi teknis menindaklanjuti MoU tersebut juga sudah digelar dengan mediator Pakistan dan Qatar. Negosiasi akan dilanjutkan kembali setelah Iran menyelesaikan seremoni pemakaman mantan pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, yang tengah berlangsung.

Negosiasi teknis mencakup konsensus tentang status program nuklir Iran dan upaya mengakhiri konflik secara permanen. Sumber yang sama mengatakan kepada Al Arabiya, negosiasi teknis AS-Iran selanjutnya dijadwalkan pada 18 Juli 2026.

Presiden AS Donald Trump mengklaim, negosiasi dengan Iran mengalami kemajuan. Trump menyatakan, Teheran telah menyetujui hampir semua tuntutan utama AS dalam perundingan.

"Saya rasa mereka telah menyetujui hampir semua hal yang kita butuhkan," kata Trump, dalam wawancara dengan CNBC, Kamis (2/7/2026).

Baca juga : Ekonomi Tumbuh 8%, Bisakah RI Tiru Vietnam

Trump juga kembali menegaskan, AS tidak sedang mengupayakan pergantian rezim di Iran. Tujuan utama Washington adalah mencegah Teheran punya senjata nuklir. "Saya ingin sesuatu yang sangat sederhana: mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir," ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense