BREAKING NEWS
 

Perang Dengan Iran Mulai Adem

Para Diplomat Kedubes AS Kembali Ngepos Di Timteng

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 28 Agustus 2026 06:10 WIB
Bendera Amerika Serikat berkibar di Kedutaan Besar AS di Baghdad, setelah sumber keamanan Irak menyebut kedutaan tersebut menjadi sasaran serangan drone dan roket. Serangan itu disebut sebagai yang paling intens sejak dimulainya perang AS-Israel dengan Iran, di Baghdad, Irak, 17 Maret 2026. Foto: REUTERS/THAIER AL-SUDAN.

 Sebelumnya 
Mantan pejabat Deplu AS mengingatkan, pengembalian para diplomat dan sebagian anggota keluarga mereka ke kawasan tersebut mungkin menunjukkan keinginan pemerintahan Donald Trump untuk menghindari kembali pecahnya pertempuran. Namun, langkah itu tidak menjamin terciptanya perdamaian yang langgeng.

“Mengembalikan staf kedutaan tidak berarti mengikat tangan mereka untuk mengambil tindakan terhadap Iran di masa mendatang,” kata Robert Danin, mantan Wakil Asisten Menlu AS.

“Mereka pernah melakukannya sekali,” ujarnya, merujuk pada evakuasi kedutaan yang dilakukan pada awal tahun ini.

“Mereka bisa melakukannya lagi,” imbuhnya.

Upaya Damai

Baca juga : Agnez Mo, Dapat Kado Tiga Kerambit

Upaya damai mengakhiri konflik terus berlangsung. Perdana Menteri (PM) sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengunjungi Teheran, Kamis (27/8/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari gelombang diplomasi kawasan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Juru Bicara pemerintah Qatar Majed Al Ansari mengatakan, Syekh Mohammed akan bertemu dengan sejumlah pejabat Iran untuk mendiskusikan deeskalasi konflik, serta menciptakan kondisi yang kondusif bagi dialog.

Menurutnya, pembahasan tersebut juga mencakup kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan urgensi pemulihan status quo seperti sebelum meletusnya perang.

Baca juga : Muktamar ke-35 NU Akan Dibuka Presiden

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan, pertemuan tersebut fokus pada hubungan bilateral, kelanjutan upaya mediasi dan inisiatif Qatar, serta perkembangan kawasan lainnya.

Qatar menjadi salah satu dari sedikit negara kawasan yang memiliki jalur komunikasi langsung dengan Washington maupun Teheran.

Posisi ini memberikan peran krusial bagi Qatar untuk menghidupkan kembali jalur diplomasi setelah kesepakatan AS-Iran pada Juni lalu kandas sebulan setelahnya.

Doha sebelumnya turut menengahi kesepakatan tersebut bersama Pakistan, serta menjadi perantara utama dalam negosiasi rencana perdamaian Gaza pada Oktober 2025.

Baca juga : Prabowo Tancap Gas Selesaikan Bencana

Kunjungan ini juga didorong oleh kepentingan ekonomi yang mendesak bagi Qatar. Penutupan Selat Hormuz berdampak parah pada ekspor gas alam cair (LNG) negara tersebut. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 28 Agustus 2026 dengan judul "Perang Dengan Iran Mulai Adem Para Diplomat Kedubes AS Kembali Ngepos Di Timteng"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense