BREAKING NEWS
 

Pererat Hubungan Bilateral

700 Alumni Australia Reuni Di Gig On The Green

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 22 September 2026 07:20 WIB
Alumni perguruan tinggi Australia berkumpul dalam festival Gig on the Green yang diselenggarakan Kedutaan Besar Australia, di Rumah Sarwono, Pejaten Timur, Jakarta, Jumat (19/9/2026). (Foto: Dok. Kedubes Australia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rumah Sarwono di Pejaten Timur, Jakarta, tampak riuh dan penuh kehangatan pada Jumat (19/9/2026). Sekitar 700 alumni perguruan tinggi Australia asal Indonesia berkumpul dalam festival Gig on the Green.

Festival ini adalah perayaan yang memadukan pertunjukan musik, kuliner Australia dan Indonesia, hingga nostalgia alumni Australia. Acara santai ini menjadi ajang temu kangen, sekaligus simbol eratnya hubungan antarmasyarakat kedua negara.

“Ketika saya melihat komunitas alumni Australia di Indonesia, saya merasa bangga melihat bagaimana komunitas ini terus tumbuh dan saling terhubung,” kata Penjabat Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Nicola Campion.

Panggung Gig on the Green diramaikan oleh pertunjukan musik lintas negara. Mulai dari penampilan alumni Australia seperti Nathalie Ezmeralda, grup asal Australia TJAKA dengan alunan instrumen asal Australia Didgeridoo, hingga grup musik populer Indonesia The Overtunes.

Baca juga : Formula 1, Australia Ogah Jadi Pembuka Musim 2027

Di area terbuka, para alumni menikmati sajian Aussie Barbecue. Adapula hidangan Nusantara yang disajikan oleh lini bisnis milik para alumni Australia.

Campion mengatakan, alumni Australia di Indonesia berjumlah lebih dari 200 ribu orang di Indonesia. Dia memandang keberadaan mereka sebagai jangkar utama diplomasi kedua negara.

Adsense

“Alumni berkontribusi membangun rasa saling pemahaman dan mendorong kolaborasi antara Australia dan Indonesia,” ujar perwakilan dari Kedubes Australia itu.

Di antara ratusan alumni yang hadir, terselip cerita inspiratif dari Novi Indrastuti, lulusan Master of Education dari Murdoch University.

Baca juga : IHFFM 2026 Promosikan Film Horor Indonesia di Australia

Berbekal pengalaman mengajar anak-anak berkebutuhan khusus di Banjarnegara, Jawa Tengah, penerima beasiswa Australia Awards itu terdorong menimba ilmu hingga ke Western Australia untuk memperdalam pendidikan inklusif.

“Siswa yang saya hadapi sangat beragam dan beberapa di antaranya memiliki multiple disabilities dengan kombinasi yang berbeda-beda. Dari situ saya merasa butuh lanjut studi lagi,” kata Novi.

Selama berkuliah, Novi tidak hanya menuntaskan studinya. Tetapi juga aktif memprakarsai proyek peer support. Proyek yang ditujukan untuk memberikan dukungan bagi mahasiswa disabilitas di kampusnya tersebut, kini berkembang menjadi klub resmi.

Sepulangnya ke Tanah Air, dia berkomitmen menciptakan ruang belajar yang adaptif dan inklusif bagi murid-muridnya.

Baca juga : KJRI Melbourne Buka Peluang Pasar Produk Indonesia di Fine Food Australia 2026

“Saya mencoba menjadi lebih sensitif terhadap variasi kebutuhan murid dan memastikan kelas menjadi safe space bagi mereka untuk menyampaikan kebutuhannya tanpa rasa takut. Jika metode ini terbukti efektif, harapannya bisa diterapkan di kelas-kelas lain,” ujarnya.

Gig on the Green membuktikan bahwa ikatan antara alumni Australia dan Indonesia bukan sekadar ingatan masa studi, melainkan jembatan kolaborasi yang terus tumbuh. [LDU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense