BREAKING NEWS
 

Pidato Di Sidang Umum PBB, New York

Menlu Sugiono Suarakan Palestina Merdeka

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Senin, 28 September 2026 08:04 WIB
Menlu Sugiono. (Foto: Kemlu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyuarakan kemerdekaan Palestina dalam pidatonya pada Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat, Sabtu (26/9/2026). Ia menegaskan, Indonesia akan terus bersama Palestina.

Sugiono hadir sebagai pimpinan delegasi Indonesia mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian High-Level Week Sidang Majelis Umum PBB. Ia membawa sejumlah agenda diplomasi Indonesia, terutama perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaan.

Di hadapan delegasi negara-negara anggota PBB, Sugiono mengawali pidatonya dengan salam lintas agama yang langsung disambut tepuk tangan.

Sugiono kemudian berbicara mengenai perjalanan dunia setelah Perang Dunia II. Selama delapan dekade terakhir, dunia mengalami berbagai perubahan besar, mulai dari berakhirnya kolonialisme hingga munculnya berbagai konflik geopolitik.

“Indonesia telah lama memahami hal ini selama berpuluh-puluh tahun,” sambung Sugiono.

Sugiono mengajak, dunia internasional menghasilkan langkah nyata untuk menjaga perdamaian dan kemakmuran. Ia lantas mencontohkan krisis global yang terjadi di Palestina.

Baca juga : Melihat Lebih Dekat KRI Sriwijaya-100: Lebih Kinclong Setelah Dicat, Merah Putih Berkibar di Tiang

Menurut Sugiono, fungsi institusi internasional tidak cukup hanya dengan keberadaan lembaga, tetapi harus diwujudkan melalui konsistensi dalam menjalankan hukum internasional, menghormati kedaulatan, dan mengakhiri kolonialisme.

“Di sinilah Palestina tetap menjadi salah satu ujian paling jelas terhadap prinsip-prinsip ini, sekaligus ujian bagi nurani kita,” ungkap Sekjen Partai Gerindra itu.

Sugiono menilai, berbagai pelanggaran hukum internasional di Gaza mengingatkan pada kondisi dunia sebelum 1945. Saat itu, Piagam PBB, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, dan empat Konvensi Jenewa 1949 belum menjadi landasan dalam tata hubungan internasional seperti saat ini.

“Hukum internasional harus ditegakkan secara konsisten, kedaulatan harus dihormati dan kolonialisme harus diakhiri,” serunya.

Menurut dia, Indonesia memiliki pengalaman memperjuangkan kemerdekaan dari kolonialisme. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Indonesia terus mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Adsense

“Indonesia memahami apa artinya berjuang melawan kolonialisme,” ujarnya.

Baca juga : Walk Out Saat Netanyahu Pidato di PBB, RI Tunjukkan Sikap Selalu Bela Palestina

Karena itu, Sugiono menegaskan, Indonesia akan terus mendukung rakyat Palestina hingga hak mereka untuk menentukan nasib sendiri terpenuhi. Dukungan tersebut diberikan hingga negara Palestina yang merdeka dan berdaulat terwujud.

“Berdasarkan solusi dua negara sesuai dengan hukum dan parameter yang telah disepakati secara internasional,” tegasnya.

Menurut Sugiono, persoalan Palestina bukan hanya menyangkut kawasan Timur Tengah. Isu tersebut juga menjadi ukuran bagi kemampuan sistem multilateral dalam menegakkan prinsip-prinsip yang menjadi dasar pembentukannya.

Dukungan Indonesia juga diwujudkan melalui komitmen kontribusi tahunan sebesar 1,2 juta dolar AS kepada United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA).

“Bagi rakyat Gaza, perdamaian harus berarti lebih dari sekadar tidak adanya kekerasan. Mereka harus dapat membangun kembali kehidupan yang layak dan bermartabat,” tambah mantan anggota Komisi I DPR RI itu.

Komitmen Indonesia terhadap Palestina juga ditunjukkan melalui sikap delegasi Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB. Delegasi Indonesia melakukan walk out ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidatonya pada 24 September 2026.

Baca juga : Pemerintah Tidak Tinggal Diam

“Aksi walk out tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada rakyat Palestina serta protes dan kecaman terhadap kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza dan di Wilayah Palestina yang diduduki,” ujar Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl Achmad Mulachela dalam keterangan resmi, Jumat (25/9/2026).

Ia mengatakan, aksi walk out tersebut juga merupakan refleksi posisi Indonesia yang konsisten dalam mendukung kemerdekaan Palestina serta menolak segala bentuk kekerasan dan pelanggaran hukum internasional terhadap rakyat Palestina.

Terpisah, Pengamat Politik Bawono Kumoro menilai pernyataan Sugiono menunjukkan konsistensi sikap Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Sikap tersebut sejalan dengan posisi Presiden Prabowo Subianto yang juga menegaskan dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina dalam sejumlah forum internasional.

“Pidato Menlu Sugiono bukanlah retorika, tetapi adalah bentuk dari konsistensi dukungan dari Indonesia terhadap perjuangan bagi kemerdekaan Palestina,” kata Bawono. 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense