BREAKING NEWS
 

Presiden AS Lempar Gagasan Kontroversial Saat Kampanye

Dulu Samudra Pasifik, Kini Samudra Trump

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 13 Oktober 2026 07:20 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Instagram/whitehouse)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melemparkan gagasan aneh untuk mengganti nama Samudra Atlantik atau Samudra Pasifik dengan namanya. Ide gila itu disampaikannya saat berkampanye di Clarksville, Tennessee, AS, Sabtu (10/10/2026).

Di hadapan ratusan pendukung Partai Republik, Trump menyampaikan pencapaiannya dalam banyak spot.

“Kita sudah punya teluk. Kita punya danau yang indah. Sekarang kita butuh sungai dan samudra,” ujar Trump dikutip New York Times, Minggu (11/10/2026).

Taipan real estate itu pun berkelakar mengganti nama Samudra Atlantik atau Pasifik menjadi Samudra Trump atau Samudra Amerika.

“Sebelum saya lengser, kita harus ganti nama samudera dan kemudian sebuah sungai,” ungkap Trump.

Baca juga : Patung Emas Trump Tanpa Busana Dipajang Di Parlemen Eropa

Trump mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika pada awal Januari 2025. Keputusan sepihak itu memicu ketegangan diplomatik antara AS dan Meksiko.

Pada Agustus 2026, Trump juga mengubah nama Danau Ontario, yang terletak di antara New York dan Kanada, menjadi Danau Amerika.

Perubahan nama itu dilakukan di tengah perselisihan dengan para pemimpin Kanada terkait perdagangan dan tarif.

Adsense

Dalam pidatonya pada Sabtu (10/10/2026), Trump mengatakan, dia tidak akan mengubah nama Sungai Hudson, yang mengalir melintasi New York dan dinamai menurut nama penjelajah Henry Hudson.

“Henry Hudson melakukan pekerjaan yang bagus saat menemukan sungai itu dulu,” puji Trump.

Baca juga : Kampanye Pakai Uang Pajak, Trump Digugat!

Presiden ke-47 AS itu juga menegaskan, tidak akan mengubah nama Sungai Mississippi yang menjadi batas wilayah barat negara bagian Tennessee.

Dia mengaku memiliki kedekatan khusus dengan negara bagian tersebut karena mendapat dukungan besar dari negara bagian Mississippi.

Bulan lalu, Trump sempat mengusulkan penggantian nama negara bagian New Mexico menjadi “New America.” Tidak hanya itu, Selat Hormuz, perairan di antara pantai utara Iran dan pantai selatan Semenanjung Musandam, juga ingin diganti menjadi Selat Trump.

Presiden AS memang memiliki hak eksekutif untuk mengubah nama lokasi geografis. Namun, kekuasaan ini memiliki batasan yang sangat ketat dan hanya berlaku untuk penggunaan internal Pemerintah Federal AS.

Melalui perintah eksekutif (executive order), seorang presiden dapat menginstruksikan badan-badan Pemerintah Federal untuk memperbarui nama suatu tempat.

Baca juga : Ohio Jadi Penentu Nasib Politik Trump & Republik

Dikutip dari laman Kementerian Dalam Negeri AS, Presiden dapat menggunakan kewenangan eksekutifnya untuk memerintahkan Menteri Dalam Negeri dan Badan Penamaan Geografis AS atau U.S. Board on Geographic Names (BGN) agar mengganti nama objek geografis (seperti gunung, danau, atau teluk) dalam basis data resmi tersebut.

Namun, hak eksekutif itu punya batas. Seorang Presiden AS tidak boleh mengganti nama geografis negara lain secara sepihak.

Sebagai contoh, Pemerintah Kanada tetap menggunakan nama Danau Ontario dan Meksiko tetap menggunakan Teluk Meksiko. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense