BREAKING NEWS
 

AI Bisa Menjawab Segalanya, Siapa Mengajarkan Anak Bertanya?

Terobosan Kemendikdasmen Diangkat Di Forum Digital Dunia

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Selasa, 13 Oktober 2026 08:28 WIB
Assoc. Prof. Dr. Devie Rahmawati, CICS, salah satu pembicara Indoesia pada Global Digital Forum II 2026, di Moskow. [Foto: IG INPCWYF]

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah perlombaan dunia membangun kecerdasan artifisial yang semakin canggih, Indonesia mulai mengerjakan sesuatu yang bahkan lebih mendasar, yaitu mempersiapkan manusianya. Hal tersebut menjadi salah satu praktik baik di Indonesia, yang diangkat peneliti dan pengajar tetap Program Vokasi Universitas Indonesia, Assoc. Prof. Dr. Devie Rahmawati, CICS, saat didaulat menjadi pembicara pada Global Digital Forum II tahun 2026, di Moskow.

Kegiatan kali kedua ini, diikuti peserta lebih dari 100 negara, dengan menghadirkan ahli, akademisi, pebisnis, praktisi, dan pemangku kepentingan ekosistem digital global. Devie mempresentasikan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang mulai menempatkan Koding dan Kecerdasan Artifisial bukan sekadar sebagai keterampilan tambahan, melainkan bagian dari strategi mempersiapkan generasi Indonesia menghadapi perubahan fundamental dunia kerja dan kehidupan.

Baca juga : Langkah Strategis Komdigi Disorot Akademisi UI di Forum 100 Negara Dunia

“Ketika dunia sibuk bertanya siapa yang akan memiliki AI paling pintar, Kemendikdasmen sedang mengerjakan pertanyaan yang lebih fundamental, yaitu siapa yang sedang kita persiapkan untuk hidup bersama AI yang semakin pintar? Bukan hanya sekadar mengajarkan AI, tetapi mengubah posisi anak indonesia,” seru Devie, co-author buku berjudul Communication Technology and Society : Exploring the Multicultural and Digital World. 


Peneliti tentang kecanduan digital ini menilai, salah satu hal paling progresif dari kebijakan Kemendikdasmen adalah peserta didik diarahkan mengembangkan berpikir komputasional, analisis data, algoritma pemrograman, etika AI, human-centered mindset, desain sistem AI, hingga teknik AI.

Baca juga : Akademisi UI Apresiasi Respons Ditlantas Polda Metro Jaya

Lebih jauh lagi, bahwa terjadi perubahan paradigma yang besar dari user menjadi creator, yaitu dari individu yang memakai teknologi, menjadi menciptakan solusi, serta menggeser dari hanya target pasar digital menjadi kekuatan digital. “Kemendikdasmen tidak sedang sekadar menambahkan mata pelajaran baru, melainkan membangun kemungkinan lahirnya generasi baru Indonesia yang tidak hanya bertanya kepada AI, tetapi suatu hari akan mampu membangun, mengkritisi, memperbaiki, dan menciptakan teknologi,” seru Wakil Indonesia di Forum Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Paris ini.

Tetapi, yang menurut Devie lebih penting, Kemendikdasmen juga menyiapkan pelatihan intensif dan bimbingan teknis bagi guru, LMS untuk memperluas pelatihan, sertifikasi kompetensi guru, buku teks dan bahan ajar, kemitraan pemerintah, industri, akademisi, komunitas, serta monitoring dan evaluasi berkala. Pendekatan ini yang menjadi manifestasi dari konsep AI education is not a subject. It is an ecosystem. Tidaklah mengherankan, kalau kemudian Kemendikdasmen sukses meraih penghargaan bergengsi bidang IT di ajang WSIS Prizes 2026 oleh PBB.

Adsense

Baca juga : Tak Gondol Piala, Tim Indonesia Bawa Cerita

“Kebijakan memasukkan AI ke dalam kurikulum relatif mudah, untuk itu, tepat ketika negara juga terus memastikan guru siap mengajarkannya, sekolah mampu menjalankannya, anak memahami etikanya, dan kesenjangan wilayah tidak membuat teknologi hanya dinikmati sebagian anak Indonesia. Karenanya, pembelajaran mendalam, tidak didefinisikan sebagai kurikulum baru, melainkan pendekatan yang menempatkan proses belajar secara berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense