BREAKING NEWS
 

Dari Forum Digital Dunia

Delegasi Indonesia Temukan Wajah Diplomasi Baru di KBRI Moskow

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Rabu, 14 Oktober 2026 07:57 WIB
Para anggota delegasi Indonesia di Global Digital Forum II 2026, Moskow, Rusia. [Foto: Dok]

 Sebelumnya 
Menurut Devie, ketika AI semakin memudahkan akses terhadap informasi, nilai strategis pendidikan internasional tidak lagi hanya terletak pada kesempatan memperoleh pengetahuan dari luar negeri. Nilai yang semakin penting adalah kemampuan membangun jejaring, memahami perbedaan budaya, mengembangkan keahlian, dan mengubah pengalaman internasional menjadi kontribusi nyata.

“Dahulu, salah satu alasan utama orang belajar ke luar negeri adalah untuk memperoleh pengetahuan yang sulit diakses di tanah air. Sekarang, AI membuat sebagian informasi semakin mudah diperoleh dari mana saja. Tetapi pengalaman hidup bersama masyarakat lain, membangun kepercayaan, dan memahami budaya yang berbeda tetap membutuhkan perjumpaan manusia,” ujar Devie.

Peneliti Kajian Digital ini menilai, program Rumah Nusantara, BIPA, pendampingan mahasiswa, dan fasilitasi karier memperlihatkan bahwa diplomasi pendidikan memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada administrasi akademik. Dalam presentasinya di Global Digital Forum II, Devie mengangkat pentingnya bahasa, budaya, dan komunitas dalam pengembangan AI yang berpusat pada manusia.

Baca juga : Gelar Resepsi Diplomatik Berwarna Nusantara

Menurutnya, gagasan tersebut relevan dengan kerja diplomasi pendidikan. “Teknologi dapat menerjemahkan bahasa dalam hitungan detik. Tetapi kemampuan memahami perasaan, nilai, dan pengalaman masyarakat dari budaya lain tidak cukup hanya melalui terjemahan. Itulah mengapa diplomasi pendidikan dan kebudayaan justru semakin penting di era AI,” katanya.

“Diplomasi yang kuat tidak berhenti ketika pertemuan selesai atau ketika mahasiswa menerima ijazah. Diplomasi menjadi semakin bermakna ketika hubungan yang dibangun menghasilkan kesempatan baru, pengetahuan baru, dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

“Kita tidak hanya membutuhkan lebih banyak anak Indonesia yang belajar di dunia, namun, kita juga membutuhkan lebih banyak anak Indonesia yang mampu membawa pengetahuan dunia untuk membangun negerinya,” lanjut Devie. 

Baca juga : KBRI Riyadh Imbau WNI Tak Sebarkan Foto Lokasi Jatuhnya Rudal dan Drone

Anggota delegasi Indonesia yang juga menjadi peserta dalam Global Digital Forum II 2026, Fauzan Al-Rasyid dari INPC WYF, turut melihat pentingnya memperkuat peran generasi muda dalam hubungan internasional, khususnya melalui pendidikan, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi lintas negara.

“Diplomasi masa depan tidak hanya berlangsung melalui pertemuan antarpemerintah, tetapi juga melalui persahabatan, pertukaran gagasan, dan kolaborasi generasi muda. Mahasiswa Indonesia di luar negeri memiliki kesempatan menjadi penghubung antara pengetahuan global dan kebutuhan pembangunan nasional.”

“Pertemuan internasional menjadi semakin bermakna ketika hubungan yang terbangun tidak berhenti pada pertukaran kartu nama atau dokumentasi kegiatan. Yang kita butuhkan adalah kolaborasi nyata, kesempatan belajar bersama, dan jejaring yang terus menghasilkan manfaat bagi Indonesia,” tutup Fauzan.

Baca juga : KBRI Riyadh: 2 WNI Korban Serangan Bandara Tinggalkan RS Di Hari Yang Sama

Ajang dunia Global Digital Forum ini mempertemukan akademisi, pengembang teknologi, pelaku industri, dan pemangku kepentingan digital dengan partisipasi lebih dari 100 negara, dihadiri lebih dari 1.000 pakar teknologi informasi, 50 tamu VVIP (level menteri), serta lebih dari 50 perusahaan teknologi.

Para peserta dari Indonesia di antaranya ialah Alvin Qobulsyah, The Southeast Asia Desk; Arjun Roy, Kawan Study Fauzan Al-Rasyid, INPC WYF; Fathan Sembiring, Gentala Institute; Indira Rizky Azzahra, eCloudvalley Digital Technology; M. Arditama Febrianza, Communication Specialist; Maryati, Politeknik Digital Indonesia; Meisa Marsella, Berkat Kreatif Global; Randy Mulyanto Founder & CEO RadVoice Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense