BREAKING NEWS
 

Punya Ribuan Pulau dan Ratusan Bahasa

Sudahkah Indonesia Mengubah Kekayaannya Menjadi Kekuatan Digital?

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Kamis, 15 Oktober 2026 15:25 WIB
Assoc. Prof. Dr. Devie Rahmawati, CICS (kanan) [Foto: Dok]

 Sebelumnya 
Peneliti The Cultural Characteristic of Online Players in The Internet Cafes ini mengaitkan hal tersebut dengan Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, ratusan bahasa daerah, dan keberagaman tradisi. Menurutnya, kekayaan tersebut dapat menjadi modal penting dalam pengembangan AI yang lebih kontekstual, pendidikan digital, dan industri kreatif.

“Indonesia memiliki kekayaan pengetahuan yang luar biasa. Tantangannya bukan hanya bagaimana menyimpannya dalam arsip, tetapi bagaimana menjadikannya hidup, dipahami, dan dapat dimanfaatkan untuk menciptakan inovasi,” ujar Devie.

Salah satu peserta GDF II, Fauzan Al-Rasyid dari INPC WYF menilai, pendekatan National Centre memperlihatkan pentingnya memperkenalkan identitas dan pencapaian bangsa kepada generasi muda melalui pengalaman yang menarik.

Baca juga : Pesan UI dari Skolkovo, Ajak Dunia Membesarkan Manusia

“Generasi muda membutuhkan ruang untuk mengenal potensi bangsanya sekaligus membangun wawasan global. Ketika sejarah, budaya, dan inovasi disajikan secara relevan, kebanggaan nasional dapat berkembang menjadi motivasi untuk berkarya,” ujar Fauzan.

Sementara peserta lainnya dari Jakarta, M. Arditama Febrianza, Communication Specialist, menyoroti pentingnya komunikasi publik yang mampu mengubah informasi menjadi pengalaman dan pemahaman.

“National Centre memberikan pelajaran bahwa komunikasi tentang pencapaian bangsa tidak cukup hanya melalui angka dan laporan. Masyarakat perlu memperoleh pengalaman yang membuat informasi mudah dipahami, diingat, dan memiliki makna,” ungkap Arditama.

Baca juga : Delegasi Indonesia Temukan Wajah Diplomasi Baru di KBRI Moskow

Dari perspektif pendidikan, Peserta dari Politeknik Digital Indonesia, Maryati melihat potensi pendekatan pameran interaktif untuk memperkuat pembelajaran generasi muda. “Pendidikan masa depan perlu semakin menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman. Teknologi dapat membantu mahasiswa memahami budaya, sejarah, dan inovasi secara lebih menarik, sekaligus mendorong mereka menghasilkan karya yang relevan bagi masyarakat,” jelas Maryati.

“Dalam pengembangan AI, kita sering bertanya, berapa banyak data yang tersedia. Padahal, pertanyaan berikutnya adalah siapa yang memahami makna data tersebut, siapa yang dilibatkan, dan siapa yang memperoleh manfaatnya,” tambah Devie.

Menurut pengajar Branding ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, industri kreatif, lembaga budaya, dan komunitas lokal dalam pengembangan pengalaman pembelajaran digital yang lebih inklusif.

Baca juga : Akademisi UI Apresiasi Terobosan Kemenpora

“Teknologi dapat membantu kita menyimpan sejarah, memperkenalkan budaya, dan menyebarkan pengetahuan. Tetapi manusia tetap menentukan bagaimana seluruh kekayaan itu menjadi sumber kemajuan. Mengingat, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang memiliki banyak cerita tentang masa lalunya, tetapi bangsa yang mampu mengubah pengetahuan masa lalu menjadi inspirasi, kemampuan, dan kesempatan bagi generasi masa depan, " tutup Devie.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense