BREAKING NEWS
 

Stop Ketidakadilan Terhadap Rakyat Palestina

Albanese Desak Indonesia Pimpin Perlawanan Global

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 23 Oktober 2026 06:10 WIB
Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina Francesca Albanese (kiri) dalam diskusi publik yang dimoderatori jurnalis senior Evi Mariani di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Foto: Diananda Rahmasari/RAKYAT MERDEKA/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Wilayah Pendudukan Palestina Francesca Albanese menaruh harapan besar kepada Indonesia untuk menghentikan ketidakadilan terhadap rakyat Palestina. Dia meminta Indonesia tak sekadar lantang menyuarakan kemerdekaan Palestina, tetapi juga memimpin perlawanan global.

Pesan tegas itu disampaikan Albanese dalam diskusi publik di Graha Bhakti Budaya (GBB), Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026) malam. Menurutnya, Indonesia bersama Malaysia dan negara-negara Global South punya peluang besar membangun blok solidaritas internasional yang konsisten memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa-bangsa tertindas.

“Saya yakin negara seperti Indonesia dan Malaysia dapat memainkan peran besar dalam membentuk multilateralisme baru yang dapat menjegal impunitas yang dinikmati segelintir pihak,” ungkap Albanese.

Dia menyayangkan lembaga sebesar PBB semakin kesulitan melindungi rakyat Palestina. Situasi ini menjadi gambaran melemahnya multilateralisme dunia ketika hak-hak rakyat Palestina terus terpinggirkan. “Ini adalah bukti melemahnya multilateralisme kita,” keluhnya.

Albanese mendorong Indonesia mengambil peran lebih besar dalam menggalang dukungan antarnegara. Terlebih, Indonesia tengah mempromosikan pencalonannya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030 dalam Sidang Umum ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, pada 26 September 2026.

Baca juga : Masayu Anastasia, Didoakan Rujuk Dengan Lembu

Bagi Albanese, perjuangan Palestina tak boleh berhenti pada pidato, kecaman atau pernyataan diplomatik. Negara-negara Global South harus mampu menyatukan kekuatan untuk mendorong perubahan nyata.

Dia juga menyinggung prinsip Bhinneka Tunggal Ika yang dinilainya memperkuat keyakinan bahwa kerja sama multilateral masih dibutuhkan. Menurutnya, Indonesia dapat menjadi salah satu penggerak pembentukan tatanan internasional yang lebih berpihak pada penegakan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Sebagai titik awal diskusi mengenai bentuk multilateralisme baru ini, telah terbentuk apa yang disebut sebagai Hague Group (Kelompok Den Haag). Saya berharap Indonesia akan bergabung dengan Hague Group tersebut,” harapnya.

Tak hanya jalur diplomasi, Albanese juga menyerukan tekanan ekonomi terhadap Israel melalui gerakan boikot produk dan jasa perusahaan Israel maupun perusahaan yang terafiliasi dengan negeri Yahudi.

Adsense

Dia menegaskan, perjuangan membela Palestina membutuhkan keterlibatan masyarakat luas. Kekuatan konsumen bisa menjadi salah satu instrumen untuk menekan perusahaan dan kepentingan ekonomi yang dinilai berkaitan dengan pendudukan serta pelanggaran hak-hak rakyat Palestina.

Baca juga : MSCI Mau Takut-takuti Kita, Prabowo Tidak Gentar

“Indonesia punya 250 juta warga. Kalau 10 persen saja menggunakan kekuatan boikotnya, itu sudah sangat berarti,” ucapnya.

Seruan itu sejalan dengan pendekatan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS). Yakni gerakan yang dipimpin masyarakat sipil Palestina melalui boikot, penarikan investasi dan dorongan sanksi ekonomi.

Strategi BDS mencakup kampanye terhadap perusahaan yang dinilai terlibat dalam pelanggaran hak-hak Palestina, penghentian investasi tertentu, serta advokasi agar pemerintah mengubah kebijakannya.

Gerakan ini juga menekankan pentingnya kampanye yang didasarkan pada bukti keterlibatan perusahaan. Salah satu kampanye yang secara resmi didukung BDS pada 2025 adalah boikot terhadap Zara.

Albanese mengingatkan, persoalannya bukan sekadar memilih produk di pusat perbelanjaan. Masyarakat perlu memahami bagaimana kekuatan modal dan aktivitas ekonomi global berpengaruh terhadap kehidupan manusia.

Baca juga : Siswa Mual-Muntah Setelah Minum Susu dan Makan Sayur Telur Puyuh

“Kita harus mengendalikan kekuatan kapitalisme. Kita harus menyadari, kita bagian dari ekonomi global, sebagian kecil orang yang mengendalikan kegiatan ekonomi dunia,” katanya.

Dia juga mendorong penerapan ethical investment atau investasi etis. Artinya, masyarakat, lembaga, dan investor perlu memperhatikan apakah uang yang mereka tanamkan pada perusahaan atau instrumen investasi berpotensi mendukung kegiatan yang bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia.

Dalam kesempatan itu, Albanese menyinggung sikap Indonesia yang secara historis mendukung perjuangan Palestina. “Gerakan perlawanan ini tetap menyala dan membara berkat perlawanan anak muda di berbagai negara yang melek dengan isu sosial dan peduli dengan sesama,” tegasnya. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 23 Oktober 2026 dengan judul "Stop Ketidakadilan Terhadap Rakyat Palestina Albanese Desak Indonesia Pimpin Perlawanan Global"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense