RM.id Rakyat Merdeka - Momen resepsi diplomatik Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma menjadi berkesan dengan diserahkannya penghargaan Pemerintah untuk Profesor Bahasa dan Sastra Indonesia di Università di Napoli L’Orientale.
Profesor Antonia Soriente mendapat penghargaan khusus Pemerintah Indonesia atas kerja kerasnya menjembatani hubungan antarmasyarakat Italia dengan Indonesia.
“Profesor Soriente berdedikasi memajukan bahasa Indonesia melalui pengajaran, penerjemahan dan penelitian, serta membina generasi muda Italia mengenal dan mencintai Indonesia,” kata Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Italia Junimart Girsang dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/10/2026).
Soriente mengajar dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswanya selama lebih dari dua dekade.
Baca juga : Harmoni Budaya Betawi Dan Jepang Meriahkan JJM 2026
Dubes Junimart menambahkan, Università di Napoli L’Orientale merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Italia yang memiliki pusat studi dan jurusan Bahasa Indonesia.
Sementara, perayaan resepsi diplomatik HUT ke-81 RI juga tidak kalah menarik. Tema From North Sumatera to Venezia: A Journey of Friendship dipilih untuk menggemakan promosi soft power Indonesia melalui Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2026 bertajuk Printing the Unprinted. Hal itu menjadi sebuah perjalanan imajinatif yang menelusuri pertemuan dan pertukaran budaya dari Sumatera Utara hingga Venezia.
Acara Resepsi dihadiri Wakil Menteri Enterprise and Made in Italy Valentino Valentini selaku Tamu Kehormatan, para duta besar negara sahabat, pejabat Pemerintah Italia, para Atase Pertahanan, pelaku usaha, akademisi, Indonesianis dan diaspora Indonesia.
Dalam sambutannya, Dubes Junimart menegaskan, resepsi yang diadakan Selasa (27/10/2026) itu juga merayakan hubungan bilateral Indonesia–Italia yang semakin erat.
Baca juga : Yayat Supriyatna: Penanggung Jawab Harus Ada & Jelas
“Dengan mempertemukan Sumatera Utara dan Venezia, kita merayakan kisah dua masyarakat maritim yang sama-sama dibentuk oleh air, diperkaya tradisi, serta dipersatukan semangat keterbukaan dan persaudaraan,” ucapnya.
Valentino Valentini mengulas sejarah hubungan antara Venezia dan Asia. Termasuk Indonesia dan pelayaran Marco Polo.
Dia menyebutkan, Kota Venezia menjadi kota yang makmur bukan karena kebetulan, melainkan karena membuka pelabuhan-pelabuhannya bagi dunia.
Menurut Valentini, persahabatan terjalin pertama-tama melalui hubungan antarmasyarakat (people-to-people contacts), kemudian melalui kontrak.
Baca juga : Ida Mahmudah: Bisa Jadi Tempat Rekreasi Warga
“Saat ini, hubungan Indonesia dan Italia semakin kuat dan strategis berkat kepercayaan yang tinggi antara kedua negara. Tidak hanya pada tingkat Pemerintah, tetapi juga di tingkat masyarakat,” jelas Valentini.
Kepercayaan tersebut mendorong penguatan kerja sama di berbagai bidang strategis. Nilai perdagangan bilateral kedua negara pada 2025 meningkat 16 persen dibandingkan 2024.
Sementara, investasi Italia di Indonesia tumbuh 17 persen, sehingga Negeri Pisa menjadi investor terbesar keempat di antara negara anggota Uni Eropa.
Pelaksanaan Resepsi Diplomatik yang diselenggarakan KBRI Roma juga turut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar yang tengah menghadiri Pertemuan Internasional untuk Perdamaian Sant’Egidio di Italia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.