Dark/Light Mode

Penuhi Kebutuhan Domestik

100 % Gas Lapangan Mako Untuk RI, Bukan Singapura

Senin, 2 November 2026 06:30 WIB
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto. Foto: Dok. skkmigas
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto. Foto: Dok. skkmigas

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung, lepas pantai Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), resmi memasuki tahap pembangunan infrastruktur pendukung. Produksi pipa sepanjang 80 kilometer (km) untuk proyek tersebut mulai dilakukan di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (31/10/2026).

Gas dari lapangan itu nantinya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Terutama pasokan energi bagi pembangkit listrik di Batam dan sekitarnya.

“Ini dimulainya produksi pipa dalam negeri menjadi bagian dari persiapan pembangunan fasilitas produksi dan infrastruktur penyaluran gas Lapangan Mako,” kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2026).

Proyek ini dikelola oleh konsorsium Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) West Natuna Exploration Ltd (WNEL) Conrad dengan kepemilikan saham 25 persen dan PT Nation Natuna Barat sebesar 75 persen.

Proyek ini ditargetkan mampu menghasilkan gas sebesar 111 million standard cubic feet per day atau juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Baca juga : Akurasi Data Penerima Bantuan Harus Akurat

Selain produksi pipa di Batam, pembangunan fasilitas produksi Lapangan Mako juga akan memanfaatkan kemampuan industri dalam negeri. Termasuk fasilitas galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, dan fasilitas produksi di Batam.

Seluruh tahapan pekerjaan mulai dari pengeboran lepas pantai, pembangunan fasilitas produksi, hingga penggelaran pipa bawah laut, ditargetkan selesai dalam dua tahun ke depan.

Djoko menjelaskan, pengembangan Lapangan Mako memiliki arti penting bagi pemenuhan kebutuhan energi nasional. Pasalnya, gas yang sebelumnya direncanakan dialirkan ke Singapura, kini diputuskan seluruhnya atau 100 persen untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Perubahan alokasi tersebut dimungkinkan setelah tersedianya infrastruktur pipa West Natuna Transportation System (WNTS) Pulau Pemping Batam, serta adanya persetujuan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

“Meski harga gas ke Singapura lebih tinggi, demi NKRI, demi Merah Putih dan masyarakat Indonesia, seluruh gas dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri,” tegasnya.

Baca juga : Setan Merah Di Jurang Neraka

Pemanfaatan gas Lapangan Mako diharapkan dapat memperkuat ketersediaan pasokan energi, khususnya untuk pembangkit listrik di Batam dan wilayah sekitarnya.

Dengan demikian, pengembangan lapangan tersebut tidak hanya menambah produksi gas nasional. Tetapi juga mendukung keandalan pasokan energi di kawasan Kepulauan Riau.

Djoko mengapresiasi keputusan Bahlil yang memberikan prioritas pemanfaatan gas Lapangan Mako untuk kebutuhan nasional.

Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menegaskan bahwa sumber daya alam harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“SKK Migas bersama para KKKS berharap seluruh tahapan pengembangan Lapangan Mako dapat berjalan sesuai jadwal, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kelancaran pekerjaan,” harap Djoko.

Baca juga : Ukir Sejarah di Sepang, Veda Ega Siap Gebrak Qatar

Penyelesaian proyek dalam dua tahun ke depan diharapkan dapat segera menambah pasokan gas domestik, sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber daya energi dari wilayah Natuna. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 2 November 2026 dengan judul "Penuhi Kebutuhan Domestik 100 % Gas Lapangan Mako Untuk RI, Bukan Singapura"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.