BREAKING NEWS
 

Pemilu Sela Di Depan Mata

Trump Gaspol Turun Ke Iowa Dan Kansas

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 3 November 2026 06:10 WIB
Presiden AS Donald Trump saat berkampanye di Dubuque, Iowa, AS, pada 1 November 2026. REUTERS

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump gaspol dengan menyambangi Iowa dan Kansas pada kampanye Pemilu sela (midterm election) di akhir pekan. Sementara, Partai Demokrat justru menghadapi perpecahan internal di Michigan yang berpotensi memengaruhi strategi mereka merebut kendali Senat.

Pada Minggu (1/11/2026), Trump berkampanye di Salina, Negara Bagian Kansas, dan Dubuque, Negara Bagian Iowa. Kedua negara bagian tersebut menjadi medan pertarungan sengit antara Partai Republik dan Demokrat. Meski selama ini dikenal sebagai wilayah yang cenderung mendukung Trump, kandidat Partai Republik kini menghadapi tantangan serius dari lawan politiknya.

Persaingan tersebut menjadi ancaman bagi posisi Partai Republik di Senat. Terlebih, dominasi mereka di Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) juga berada dalam tekanan menjelang Pemilu sela yang dijadwalkan berlangsung, Selasa (3/11/2026).

Kendati demikian, Trump tetap menunjukkan optimisme tinggi. Saat berpidato di Iowa, dia bahkan mengklaim Partai Republik berada di ambang kemenangan besar dalam pemilu mendatang.

“Kita akan memilih anggota Partai Republik yang mengusung prinsip ‘America First’ di seluruh tingkatan,” kata Trump mengawali pidatonya, dilansir Associated Press (AP).

Pidato tersebut berlangsung selama sekitar dua jam. Durasi itu terbilang panjang, bahkan untuk ukuran Trump yang selama ini dikenal gemar menyampaikan orasi panjang, spontan dan kerap melebar ke berbagai isu.

Setelah dari Iowa, Trump melanjutkan kampanyenya ke Kansas. Kedatangannya sempat terlambat dari jadwal. Pesawat kepresidenan Air Force One bahkan melakukan atraksi terbang melintas sebelum mendarat di lokasi kampanye terbuka yang digelar di area bandara.

Namun, antusiasme massa tampaknya tidak bertahan hingga akhir acara. Di tengah pidato Trump yang berlangsung hampir 90 menit di wilayah pedesaan Kansas tengah, ratusan peserta mulai meninggalkan lokasi.

Kampanye yang digelar hingga malam itu baru berakhir menjelang pukul 22.00 waktu setempat.

Baca juga : Kemlu RI Selidiki Kabar WNI Meninggal Saat Jadi Tentara Rusia

“Ini perhentian terakhir kami. Kami akan mengakhiri tur ini malam ini,” kata Trump.

Sejak 1 Oktober, Trump telah berkeliling ke seluruh penjuru negeri, menggelar lebih dari 25 kampanye di 19 negara bagian untuk menggalang dukungan bagi Partai Republik. Dia dijadwalkan menyampaikan pidato penutup menjelang Pemilu sela pada Senin di Washington, tepatnya di Kolam Refleksi Lincoln Memorial.

Dengan lebih dari 54 juta suara yang telah dicoblos, rangkaian perjalanan ini mencerminkan sikap defensif Partai Republik, karena Pemilu ini menjadi semacam referendum atas masa jabatan kedua Trump di Gedung Putih.

Kunjungan tersebut menjadi pengingat betapa drastisnya perubahan atmosfer politik sejak kampanye terakhir Trump. Pada 2024, dia berupaya merebut kembali negara bagian yang sebelumnya mendukung Joe Biden dari Partai Demokrat pada 2020.

Tahun ini, Trump lebih banyak fokus pada negara bagian yang sebelumnya dia kuasai. Karena para pemilih, termasuk pendukung lamanya, mempertanyakan dampak ekonomi dari keputusannya memberlakukan tarif dan melancarkan perang ke Iran.

Awalnya, Trump tidak akan kampanye langsung ke Iowa dan Kansas. Tapi karena ketatnya persaingan, setelah mengumumkan pembatalan Kamis (29/10/2026), pada Jumat (30/10/2026), kampanye langsung di kedua negara bagian itu dijadwalkan lagi.

Tahap akhir kampanye ini pada dasarnya menjadi ujian atas kekuatan Trump. Dia berharap, kehadirannya langsung dapat membangkitkan semangat para pemilih. Salah satunya, Jon Lutz, warga Dubuque yang selalu menonton video-video Trump namun baru menghadiri kampanye pertamanya pada hari Minggu.

Lutz puas dengan kinerja Trump selama masa jabatan keduanya dan ingin Partai Republik mempertahankan kendali atas DPR dan Senat agar agendanya dapat terus berjalan.

Adsense

“Dia telah melakukan apa yang dijanjikan,” kata insinyur sipil berusia 60 tahun itu.

Baca juga : Pengusaha-Pemerintah Kompak Jaga Ekonomi

“Saya ingin dia terus melanjutkannya,” imbuhnya.

Wendy Kuenzler juga melihat Trump untuk pertama kalinya pada Minggu. Sambil mengantre di kios makanan, wanita berusia 44 tahun asal Burlington ini mengatakan bahwa dia merasa Iowa sedang berada di persimpangan jalan dengan berbagai pemilihan yang sangat ketat. Dia berencana mendukung Ashley Hinson, calon Republik Senat AS.

Kuenzler mengatakan, dia tidak menyalahkan Trump atas kenaikan harga bahan bakar dan bahan makanan. “Dia sedang dalam proses memperbaikinya,” belanya.

Di Kansas, Liz Wagner, seorang pemilik restoran berusia 59 tahun, menempuh perjalanan sejauh 165 mil (266 kilometer) dari kota kelahirannya, Atchison, untuk menghadiri kampanye terbuka Trump di bandara Salina, Kansas.

Hadapi Perpecahan

Sementara, para anggota Partai Demokrat yang semakin optimistis merebut kemenangan dari Republik, tengah menghadapi perpecahan di Michigan.

Di Michigan, Haley Stevens—yang pernah menjadi lawan Abdul El-Sayed dari Partai Demokrat, menyatakan dukungan untuk Mike Rogers dari Partai Republik. Dukungan terhadap kandidat Republik terjadi setelah dia tidak diundang ke acara yang sama dengan El-Sayed.

“Calon Senat dari Partai Demokrat kami mengatakan bahwa saya tidak lagi diterima dalam kampanyenya dan saya harus menjauh,” kata Stevens dalam sebuah video yang mengumumkan dukungannya.

“Dia benar. Itulah mengapa hari ini saya mendukung Mike Rogers untuk Senat Amerika Serikat,” imbuhnya.

Baca juga : Kursi Gibran Mulai Digoyang

Langkah mengejutkan ini memaksa anggota Partai Demokrat lain untuk menegaskan kembali dukungan mereka kepada El-Sayed.

Chuck Schumer dari New York, Pemimpin Partai Demokrat di Senat AS, mengatakan bahwa partainya bersatu.

Senator AS Kirsten Gillibrand dari New York, yang memimpin Komite Kampanye Senat Partai Demokrat, mengatakan bahwa partainya akan “berdiri teguh” di belakang El-Sayed dan “menolak segala upaya untuk memecah belah Partai Demokrat.

Sebelumnya, Senator AS Bernie Sanders, salah satu pendukung utama El-Sayed, menepis kekhawatiran mengenai perpecahan di Partai Demokrat.

“Haley Stevens kalah dalam pemilihan pendahuluan yang sangat ketat. Saya bisa memahami rasa kecewa atas hal itu,” kata politikus independen asal Vermont itu dalam acara Face the Nation di CBS.

“Dari apa yang saya lihat, di seluruh penjuru negara bagian ini, orang-orang mulai bersuara dan mereka akan mendukung Abdul,” sambungnya.

Michigan memainkan peran kunci dalam upaya Partai Demokrat untuk merebut kembali kendali Senat AS. Jika mereka gagal mempertahankan kursi tersebut, maka akan menghadapi tekanan tambahan untuk memenangkan pemilihan di wilayah yang lebih didominasi Partai Republik seperti Texas, Kansas, Ohio atau Iowa.  MEL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 3 November 2026 dengan judul "Pemilu Sela Di Depan Mata Trump Gaspol Turun Ke Iowa Dan Kansas"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense