Sebelumnya
Indonesia juga terus mempromosikan kebijakan investasi hijau, meningkatkan iklim investasi, serta memajukan penelitian, pengembangan, hingga teknologi hijau.
Dalam konteks lebih luas, Indonesia menyadari kerawanan pangan masih menjadi ancaman global.
Baca juga : Kolaborasi PNM Dan Telkom Indonesia, Dukung Akselerasi Ekosistem Digital Bisnis
Guna meningkatkan ketahanan pangan, Indonesia terus memperkuat cadangan pangan, mengoptimalkan pasokan pangan melalui sentra-sentra produksi pangan, memperbaiki sistem logistik nasional untuk menutup kesenjangan harga.
Serta memperkuat kemitraan petani dan nelayan dengan pelaku usaha ritel modern guna memperpendek rantai pasok.
Baca juga : Ikatan Pustakawan Indonesia Peringati Hari Jadi Ke-50
Indonesia juga meningkatkan produksi tanaman pangan nasional melalui strategi membuka lahan tambahan, mengintensifkan lahan yang ada, serta menciptakan ekosistem pengganti makanan pokok tradisional.
Pertemuan SDGs di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, ini memberikan kesempatan untuk memperkuat komitmen global di tingkat tertinggi.
Baca juga : INFOBRAND.ID Kembali Umumkan Pemenang Indonesia Digital Popular Brand 2023
Komitmen itu memastikan penyediaan sarana pelaksanaannya, seperti pembiayaan, pengembangan kapasitas, transfer teknologi dan pengetahuan, ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi, hingga meningkatkan kemitraan global.
“Indonesia berharap dapat bekerja sama dengan semua negara dan pemangku kepentingan dalam mempercepat pencapaian SDGs," tegas anak buah Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.