BREAKING NEWS
 

Merawat Kelompok Moderat

Rabu, 21 Agustus 2024 05:45 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Ibarat memandang sebuah tabel statistik, selalu ada tiga kelompok dalam lintasan sejarah umat Islam Indonesia. Kurang dari 1% di sebelah kiri dari golongan garis keras dan sebaliknya kurang dari 1% di sebelah kanan dari kelompok liberal. Sedangkan di tengah di sana ada 98% kelompok muslim moderat (meanstream).

Namun dari segi pemberitaan, kedua kelompok kanan dan kiri selalu mendominasi pemberitaan karena di sana selalu ada news. Sedangkan kelompok tengah atau moderat jarang melakukan hal-hal yang bernilai news. Akibatnya, jika orang memotret kelompok kiri muslim Indonesia bisa saja berkesimpulan bahwa Indonesia lebih radikal daripada kelompok Taliban di Afganistan.

Baca juga : Berkepribadian Istiqamah

Sebaliknya jika di­potret dari sudut kanan maka orang bisa berkesimpulan Indonesia lebih sekuler daripada Turki.

Kelompok moderat lebih sering menampilkan diri sebagai silent mayority karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sebaliknya kedua kelompok di pinggirnya (radikal dan liberal) selalu intensif melakukan manuver dan melakukan berbagai kegiatan sebagai penanda kalau kelompoknya masih tetap eksis.

Baca juga : Dari Islam Arab Ke Islam Indonesia

Dengan modal semangat yang kokoh, mereka selalu menampilkan solidaritas antara sesama untuk menghimpun dana lalu mengadakan kegiatan pembinaan. Tidak heran jika mereka lebih progressif memberikan pelayanan terhadap umatnya, termasuk merekrut anggota dari kelompok moderat.

Bagi bangsa Indonesia, ada dua kosa kata yang sering membuat kalangan moderat gerah, yaitu radikalisme dan liberalisme pemahaman agama. Radikalisme adalah sebuah faham yang berusaha memahami dalil-dalil dan ajaran agama lebih ketat sehingga melahirkan pandangan dan perilaku keagamaan yang tegas dan keras (radikal).

Adsense

Baca juga : Hidup Ini Adalah Seni, Juga Pelajaran

Sedangkan liberalisme adalah sebuah faham yang berusaha memahami dalil-dalil dan ajaran agama lebih longgar sehingga melahirkan pandangan dan perilaku keagamaan yang sangat moderat (liberal).

Kedua aliran ini mempunyai kelompok pendukung di dalam masyarakat. Bahkan keduanya memiliki kelompok fanatik yang mengklaim alirannyalah yang paling benar dan berusaha merumuskan logika untuk memperkuat pendapatnya sambil mencari kelemahan kelompok selainnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense