Dark/Light Mode

Akhlak Nabi Terhadap Warga Non-Muslim (7)

Memberi Salam Kepada Non-Muslim

Rabu, 7 Agustus 2024 05:25 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebuah riwayat dari Ama’binti Abi Bakar (W.73H) yang bertanya kepada Nabi perihal kedatangan ibunya yang masih berstatus non-muslim. Apakah boleh menyambut dan bersilaturrahim dengannya, lalu Nabi menjawab: “Sambutlah ibumu dan bersilaturrahimlah dengannya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Riwayat lain dari ‘Aisyah ra (W.58H) menceritakan sekelompok Yahudi datang kepada Nabi sambil mengatakan: “Assamu alaikum” (kebinasaan atas kalian), lalu Aisyah menjawab: “Waalaikumussam wa al-la’nah” (atasmu juga kebinasaan dan laknat). Mendengarkan isterinya menjawab salam seperti itu, maka Nabi menegur: Pelan-pelan wahai Aisyah, sesungguhnya SWT menyukai kelembutan dalam setiap perkara”.

Baca juga : Jaminan Sosial Hari Tua Warga Non-Muslim

Dalam hadis Nabi juga pernah ditegaskan: “Maukah kamu aku kutunjukkan kepada sesuatu yang apabila kamu lakukan kamu akan saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam di antara kamu” (HR. Muslim). Hadis ini sejalan dengan ayat: “Dan jika dihormati dengan suatu penghormatan, balaslah penghormatan itu dengan dengan yang lebih baik dari padanya (yang serupa).” (Q.S. An-Nisa’/4:86).

Dalam beberapa ayat Al-Qur’an juga menekankan pentingnya pengucapan salam, tidak hanya tertuju kepada orang mukmin tetapi juga kepada orang lain seperti diisyaratkan dalam Q.S. Al-Qashshah/28:55. Namun demikian, salam juga perlu mendapatkan perhatian. Jika itu dimaksudkan dengan niat luhur tentu secara kemanusiaan dianjurkan melakukan hal yang setimpal.

Baca juga : Memberi Kebebasan Beribadah Warga Non-Muslim

Namun, jika dimaksudkan dengan niat yang buruk, tidak dianjurkan untuk ditanggapi. Aisyah isteri Nabi pernah menerima salam: “Apakah engkau tidak mendengar apa yang mereka katakan kepadamu?” Nabi menjawab: “Engkau telah menjawab dengan kata wa’alaikumussam”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam satu riwayat disebutkan Umar ibn Khaththab pernah disalami seorang non-muslim dalam perjalanan di tengah padang pasir. Salam orang itu ialah: Asamu alaikum (kebinasaan atas kalian). Umar menghunus pedangnya dan membunuh orang itu. Sahabat yang menyertainya kaget dan bertanya, kenapa engkau membunuh orang yang menyalamimu? Umar menjelaskan, apakah kalian tidak perhatikan ucpaannya yang mengatakan: Assamu alaikum (kebinasaan atas kalian).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.