Sebelumnya
Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, dengan latar belakang militer yang kuat, kemungkinan akan memberikan penekanan lebih besar pada keamanan dan pertahanan. Sementara Gibran Rakabuming Raka, dengan pengaruhnya di kalangan muda dan modern, bisa membawa perspektif yang lebih segar dalam diplomasi ekonomi dan budaya.
Dari itu sinergi antara keduanya dapat menciptakan pendekatan yang komprehensif terhadap geopolitik Indo-Pasifik. Sehingga Indonesia bisa mengoptimalkan peran sentralnya dalam kerangka ASEAN untuk menavigasi dinamika geopolitik di kawasan Indo-Pasifik.
Baca juga : Transformasi Paskibraka Menjadi Garda Terdepan Pancasila
Masa transisi menuju pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi periode krusial yang memerlukan stabilitas sosial dan politik yang kuat. Dalam menghadapi tantangan ini, kondisi masyarakat yang damai menjadi prasyarat mutlak agar proses transisi dapat berlangsung dengan lancar. Pemerintahan baru perlu menegakkan asta cita yang berlandaskan pada ideologi Pancasila, yang mengintegrasikan nilai-nilai demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM).
Penegakan ideologi ini harus dilakukan secara konsisten untuk menjaga kesatuan bangsa dan mencegah fragmentasi sosial yang dapat menghambat pembangunan nasional. Selain itu, penerapan demokrasi yang sehat akan memastikan bahwa suara rakyat tetap menjadi landasan dalam setiap kebijakan yang diambil, sehingga tercipta pemerintahan yang inklusif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat.
Baca juga : Membangun Jiwa Merdeka: Refleksi 79 Tahun Indonesia Berdaulat
Pada masa transisi ini, penting bagi pemerintah baru untuk memperkuat komitmen terhadap HAM sebagai bagian dari asta cita yang dijunjung tinggi. Perlindungan terhadap hak-hak individu harus menjadi prioritas, baik dalam kebijakan domestik maupun dalam sikap Indonesia di kancah internasional. Pemerintahan Prabowo-Gibran harus mampu menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan stabilitas politik dapat berjalan seiring dengan penghormatan terhadap HAM.
Hal ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara demokratis yang berdaulat, sekaligus mengokohkan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan relevan di tengah dinamika global. Dalam suasana masyarakat yang damai dan komitmen kuat terhadap asta cita, pemerintahan baru memiliki peluang besar untuk mewujudkan visi Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan.
Baca juga : Geopolitik Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto Untuk Masa Depan NKRI
Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Gubernur Lemhannas RI (2001-2005).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.