Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
RM.id Rakyat Merdeka - Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, telah menjadi panduan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sejak kemerdekaan. Namun, tantangan globalisasi, modernisasi, dan perubahan sosial menuntut penguatan ideologi ini untuk memastikan keberlanjutan demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM).
Pancasila, yang terdiri dari lima sila, adalah landasan filosofis dan ideologis bangsa Indonesia. Setiap sila memiliki makna yang mendalam dan saling terkait dalam membangun masyarakat yang adil dan makmur.
Sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” mengakui keberadaan Tuhan dan mempromosikan toleransi antarumat beragama. Dalam konteks globalisasi, memperkokoh nilai ini berarti menghormati keberagaman agama dan mencegah radikalisme.
Sila “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” menekankan pentingnya martabat manusia dan keadilan sosial. Penerapannya dalam era modern menuntut penegakan hukum yang adil dan perlindungan hak-hak dasar individu.
Baca juga : BPIP RI: Penjaga Pancasila Untuk Masa Depan NKRI
Sila “Persatuan Indonesia” mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa. Di tengah tantangan etnisitas dan regionalisme, memperkuat nilai ini berarti mempromosikan nasionalisme inklusif dan mengatasi fragmentasi sosial.
“Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan mendorong partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi melalui musyawarah dan perwakilan. Penguatan nilai ini penting untuk memastikan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Sila “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” menjamin distribusi kesejahteraan yang adil. Di era ekonomi global, memperkokoh nilai ini berarti mengatasi kesenjangan sosial dan ekonomi melalui kebijakan inklusif.
Maka demokrasi di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai Pancasila. Demokrasi Pancasila mengedepankan prinsip musyawarah dan mufakat, berbeda dengan demokrasi liberal yang menekankan pada mayoritas suara. Partisipasi masyarakat dalam demokrasi Pancasila mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.
Baca juga : Man United Rekrut Striker Asal Belanda
Ini berarti pentingnya edukasi politik dan pemberdayaan masyarakat agar lebih terlibat dalam demokrasi. Kepemimpinan yang Bijaksana menekankan bahwa pemimpin diharapkan memimpin dengan bijak dan bertanggung jawab. Dalam konteks modern, ini berarti transparansi, akuntabilitas, dan penghindaran dari praktik korupsi.
Demokrasi Pancasila juga menekankan keseimbangan antara hak individu dan kewajiban terhadap masyarakat, yang sangat relevan dalam menghadapi tantangan individualisme dan egoisme dalam masyarakat modern. Pancasila sebagai ideologi negara dengan begitu mampu melindungi dan mempromosikan hak asasi manusia (HAM).
Setiap sila Pancasila –sebagaimana telah diuraikan di atas—memeberikan kerangka untuk perlindungan HAM di Indonesia. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya melindungi hak-hak sipil dan politik, tetapi juga hak-hak yang berhubungan dengan kesejahteraan dan kualitas hidup setiap individu.
Penegakan hukum yang adil juga merupakan prinsip utama dalam Pancasila, yang ditegaskan dalam sila kedua dan kelima. Penegakan hukum yang tidak diskriminatif dan adil memastikan setiap warga negara mendapatkan perlakuan yang sama di mata hukum. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum dan pemerintahan.
Baca juga : Sah, Dimas Drajat Merapat Ke Persib Bandung
Reformasi hukum dan peningkatan kapasitas penegak hukum sangat penting untuk memastikan perlindungan hak asasi manusia dan keadilan. Penegakan hukum yang adil dan tidak diskriminatif merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap negara.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya